

JEPARA, BRANINEWS.ID || Belum lama ini ada geger genjik, rame rame sesaat di medsos dunia maya setelah viral .Di Balai Desa Damarjati Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara belum lama ini, terjadi geger dan geram dari warga Damarjati sendiri,bernama Agus Alesta.
Aguspun geram, membrontak gegara tidak puas dengan pelayanan management Pemerintah di Desanya Damarjati.
Kenapa..? pada Rabo,15/10/2025,Jam 0.9.00 WIB.Agus hendak mengurus BPJS keluarganya,Agus yang datang di Balai Desa itu sempat membawa sejumlah ngaku ngaku awak media papan atas tanpa batas, tidak hanya itu,ada aktivis berklas elite turut menyambangi Kantor Desa itu.
Pemilik perumahan Alesta itu marah marah,sebab saat dirinya hendak ngurus BPJS,Petinggi Damarjati Kusno tidak ada di markasnya,bahkan Perangkat Desa yang bertugas melayani warga Damarjati itu belum ada yang datang,hanya saja yang datang dua Perangkat Desa.
Lantas,dari akar persolan itulah Agus naik pitam,gedor gedor meja.Atas kejadian geger genjik itu banyak warga dan Pamong Desa ada yang ngrumpi rasan rasan,orang nomor satu dan perangkatnya di Desa Damarjati mengaku merasa dicemarkan oleh warganya ( red Agus Alesta).
Kusno selaku Kechik ( Kades) pejabat tertinggi di Damarjati. menurutnya,Agus adalah kawan dekatnya saat muda.Namun Kusno heran kenapa saat marah marah , dirinya tidak di Kantor Desa, bahkan disebut lagi,sudah direncanakan dan memanfaatkan peluang,saat dirinya tidak di Balai Desa.
HADIRI ACARA PERNIKAHAN
Kusno memang berhalangan absen sebab, petinggi bertopi hitam saat diwawancarai media ini (17/10).Kusno mengakui dirinya tidak berada dikantor, karena ada acara menghadiri pernikahan,sayangnya Kusno sendiri mengaku tidak pernah dikonfirmasi oleh media saat kejadian.
Saat diwawancarai petinggi Kusno mengatakan .”Agus itu saya rasa kurang tahu, kurang paham, bahwa Pemdes Desa Damarjati sudah melakukan pekerjaan semaksimal mungkin,dan persyaratan dari almarhumah sudah di tahap pencairan BPJS nya.”ujarnya sembari menawarkan air mineral dan Nasi dalam kotak.
Petinggi Damarjati merasa ikhlas atas kejadian belum lama ini, kejadian itu sebagai bahan koreksi dan pengalaman saat dia bekerja untuk rakyatnya.
Namun Kusno dalam tanggapannya merasa ikhlas.”saya pasrahkan sama yang di Atas,karena saya tidak melakukan kesalahan, dan saya rasa, satu warga saya yang ngamuk itu serba kekurangan,yaitu kurang dari segalanya,contoh, lanjut Kusno lagi ,”kurang kesehatannya, kurang keuangan,serta kurang mentalnya,” beber Kusno,diruang lobi depan Kantornya,17/10/2025.
Petinggi berbaju warna biru,berlogo Korpri itu juga menyinggung pribadinya Alesta, “Dia ngamuk di balai desa itu, karena tekanan psikologis , temperamen jadinya ngamuk ngamuk.” ujarnya.
STAF PERANGKAT DILECEHKAN
Lalu disebutkan oleh Perangkat Desa staf Kasi Kesejahteraan membantah tuduhan Agus Alesta ,'”warga saya ( red A A) yang menuduh para perangkat desa tidak bekerja itu tidak benar,di balai desa para perangkat semua masuk kerja “tandas Febri.
Staf bercelana Blue Jean itu melanjutkan,”saya tidak terima atas tindakan Alesta ,dia sudah melakukan tindakan kasar, baju kerah leher saya di tarik tarik dan melecehkan saya ,seolah olah saya melakukan tindak kejahatan”, ujarnya penuh kecewa dengan temperamen Alesta.
PROYEK DESA TIDAK TRANSPAN
Sementara dengan kejadian geger gegeran di Balai Desa Damarjati saat dikonfirmasi,Agus Alesta membantah dan membenarkan fakta dilapangan terkait pelayanan pemerintah desa Damarjati.
Agus Alesta mengatakan,” Jelas jelas perangkat desa pada jam 09 .00 WIB,baru ada 2 orang perangkat desa.Kemudian perangkat yang lainya ,baru saja datang jam 10.00 WIB,” ungkapnya.
Dikatakan dia lagi,adanya perangkat desa yang masuk kerja siang hari yaitu antara pukul 11.00 WIB baru absen.” Ada yang masuk kerja jam 11.00 WIB , perangkat desa itu baru masuk kantor desa, bahkan ada yang tidak masuk tanpa ijin”,beber Agus.
Ditanya soal BPJS Agus Alesta tidak menampik, rupanya tidak hanya BPJS yang dipersoalkan oleh Agus Alesta, melainkan ada proyek pedesaan yang belum transparan penggunaannya.”itu sudah jelas,BPJS ketenagakerjaan selama 10 Bulan belum dibayar,ayolah kawan kawan awak media,bareng bareng kita cek lokasi proyek pembangunan pedesaan, adanya cor beton untuk jalan desa yang retak kondisi fisiknya, bahkan panjang spesifikasinya juga kurang tidak sesuai ukuran.( A/D/KB/BRN)

