

JEPARA ,BRANINEWS.ID – Sudah lima hari ini kematian tragis seorang janda bernama Qoiriyah (53).Perempuan asal warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara itu ,ditemukan tak tak bernyawa dirumah sang juragan gadai di Desa Ngasem Kecamatan Batealit Jepara.
Menurut informasi yang diterima media ini.Juragan gadai itu memiliki sejumlah bekingan oknum APH untuk memuluskan bisnisnya. Benarkah?. Faktanya ibarat mafia papan atas berklas internasional yang punya pasukan dengan gampang melakukan Sandra menyandera yang bermasalah dengannya.
Geger genjik meninggalnya Janda Qoiriyah,Sabtu, (8/11/2025),pada subuh sekira pukul 05.00 WIB.Qoiriyah meninggal dunia ditemukan di rumah Juragan Gadai bernama Joki.Bahkan Joki sudah kondang dicap sebagai pengusaha Gadai di Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.Janda Qoiriyah itu, pernah gadai (menyewa) sebuah sepeda motor dari juragan Joki.
AWAL MULA SEWA MENYEWA SPM
Peristiwa berawal saat janda Qoiriyah menyewa sepeda motor milik juragan Joki, telah disepakati berdua ,harga sewa Rp.50.000,- ( Lima Puluh Ribu) perhari. Dalam perjalanan sewa menyewa itu,Si Janda Qoiriyah,tidak bisa menyelesaikan kewajibannya membayar sewa SPM ,kepada Juragan Joki,berkisar selama 4 bulan.
Kurun waktu 4 bulan tersebut, Janda asal Desa Kerso itu harus membayar kepada Juragan Joki sebesar Rp.6.000.000, ( Enam Juta).Hal aneh justru dilakukan oleh Janda asal Kerso,yaitu mengkhianati kesepakatan dengan Juragan Joki.
Anehnya Qoiriyah,malah turut menggadaikan motor sewaan milik Joki kepada pihak lain dengan harga Rp.2.000.000,( Dua Juta). Sehingga kewajiban beban duit sewa yang wajib dibayarkan kepada Joki semakin tinggi, yakni sekitar Rp.8.000.000,( Delapan Juta).
Kematian Janda asal Desa Kerso,justru memantik perhatian para pihak . Sebab Kematian tersebut tragis dan penuh misteri.Seperti disebut kan salah satu warga Desa Kerso yang enggan ditulis naskahnya diekspose namanya,saat berada dikediaman almarhumah.
Warga Desa Kerso, itu menyebut,bahwa Juragan Joki yang merasa dirugikan oleh perilaku janda Qoiriyah.Lalu Joki menyuruh anak buahnya,yaitu salah satu bodiquard/ (Jegger bertato) hendak menagih uang sewa kepada Qoiriyah.
Maksud kedatangan Jegger tersebut ,untuk meminta kepada Janda Qoiriyah segera mengembalikan SPM nya Juragan Joki.Namun,Si Janda justru tidak bisa memenuhi permintaan Jeggernya Joki. Dengan demikian Si Juragan gadai SPM itu memerintahkan Jeggernya membawa Si Janda Qoiriyah ke rumah Joki .
Alasan janda Kerso itu dibawa kerumah Juragan Joki,sebagai bentuk jaminan pengganti sewa menyewa SPM.Perilaku yang mirip penculikan itu, telah berulang dua kali ( 2 Kali ).
Pertama gagal karena ada warga yang menghalangi tindakan tersebut,namun pada kesempatan lain,Janda Qoiriyah berhasil dibawa anak buahnya Juragan Joki kerumahnya.
PEKERJA RUMAH TANGGA
Sebagai pelunasan membayar hutang, Si Janda Kerso kepada Juragan Joki ,meminta agar janda Qoiriyah bekerja sebagai asisten rumah tangga dirumahnya.Adapun pekerjaan tersebut dianggap lunas oleh Juragan Joki.
Terkait informasi soal janda asal Desa Kerso tersebut.Salah satu teman dekat Qoiriyah, yang bernama inisial I, berdasarkan keterangan dia, “selama di rumah pak Juragan J,kondisinya temanku itu makin tertekan,serta kondisi kesehatannya memburuk,” ujar teman Janda Qoiriyah.
“Dia tertekan,dan mengalami depresi berat, kemanapun dia pergi selalu di kuntit oleh anak buah Juragan Joki, kekamar mandi saja selalu diawasi”.ungkapnya.
Hal itu dalam bukti chattingan WhatsApp yang di screenshoot,sempat dikirimkan ke sejumlah awak media oleh teman korban.
I juga menambahkan, “Dia selalu berusaha menghubungi teman temannya untuk meminta pertolongan, namun HPnya itu sering oleh juragan nya, bukan saya saja yang mengatasnamakan demikian, tetapi teman yang lain juga menyebut,kalau kondisi janda Qoiriyah tertekan , ketakutan .”jelasnya.
Sebelum ditemukan meninggal, Kata I lagi,”Mbak Janda Kerso pernah menghubungi temanya lewat chat WhatsApp ,dua kali,dia hampir 2 hari, tidak makan.Lalu dia juga sempat meminjam pakaian temannya, semenjak bekerja di rumah Juragan Joki,belum pernah berganti baju”‘.beber dia.
Menurut saksi ,dari keterangan warga, sekaligus tetangga Joki. “Memang J itu punya tabiat menahan ( sandera) seseorang.Dia memiliki kebiasaan buruk, bagi,siapa saja yang memiliki hutang dengan dia , atau sewa motor”.beber tetangga Joki, yang mewanti wanti namanya tidak ditulis.
JURAGAN JOKI MANTAN NAPI
Seperti dilansir dari media Javaido,Tetangga Joki menceritakan, kepada sejumlah awak media yang melakukan investigasi, dalam dugaan kasus penyanderaan yang pernah terjadi di rumah Joki.
Dikatakan, sebelumnya ada warga Bate, sekaligus korban,dia diduga mendapat perlakuan tidak wajar.Lalu warga Bate itu melaporkan kejadianya ke Polisi .
Hingga Proses hukum berlanjut ke persidangan dan Juragan Joki dinyatakan bersalah dihadapan Majelis Hakim di ganjar hukuman 3 tahun bui.
LAPORAN POLISI
Informasi yang didapat bukti laporan dari Polisi Batealit,dari laporan keluarga J,bahwa janda Q meninggal di rumahnya, dan mengakui bahwa janda Q jadi Asisten Rumah Tangganya Juragan Joki.
Adapun perbedaan untuk proses delik hukum,yaitu adanya sejumlah bukti chatting WhatsApp dari teman temannya janda Qoiriyah.
Salah satunya ,kesaksian warga Kerso.Bahwa Qoiriyah dibawa pria bertato(Jegger) ke rumah Joki,sebagai bentuk pelunasan atas kerugian sewa menyewa SPM yang belum dibayar oleh janda Qoiriyah
Sementara pihak Polsek Batealit, menyatakan,atas permintaan petugas Polisi yang menangani kasus tersebut, pihaknya yang meminta petugas kesehatan untuk melakukan visum et repertum di rumah Juragan Joki.
Namun dari hasil visum terhadap jenazah Qoiriyah,tidak ditemukan tanda tanda akibat terjadinya kekerasan hingga pembunuhan.
Anehnya,didapati ditubuh jenazah Qoiriyah terdapat luka lebam di wajah.Hal tersebut menjadi pertimbangan banyak pihak,menyoal visum tidak dilakukan di RSUD Kartini atau yang lain dengan peralatan medis lebih komplit.
Sementara Kanitserse Polisi Batealit, bernama Agus,yang menangani kasus kematian janda Qoiriyah, mengatasnamakan,” Dari pihak keluarga telah ikhlas menerima dan jenazah telah diantarkan ke rumah duka” jelas Agus dengan sapaan Agus Kimong.
Pekerjaan rumah polisi, setidaknya bisa mengungkap atas penyebab kematian janda Qoiriyah warga Desa Kerso.Benarkah kematianya akibat sandera menyandera?(Red BRN)

