JEPARA -BRANINEWS.ID Polda Jateng , bersama Polres Jepara turun langsung, ungkap kasus kematian janda Qoiriyah.
Hal itu terlihat adanya garis polisi ( police line) yang dipasang dirumah Juragan Gadai.Berdasarkan informasi yang diterima media ini, anak buahnya Joko sedang dibawa polisi ke polres Jepara untuk dimintai keterangan untuk proses tindak lanjut.

Tampak beberapa petugas dari Polda Jateng dan Polres Jepara,berada di depan halaman rumah Joko.Di depan rumah Joko ,ada mobil Inafis ( Identifikasi) Polres Jepara dan mobil olah TKP ( Tempat Kejadian Perkara).

Di ketahui sebelumnya, kematian Janda Qoiriyah asal Desa Kerso tersebut penuh tanda tanya dan kecurigaan banyak pihak.Sebab Perempuan (53 )tahun itu berawal dari sewa menyewa kendaraan SPM miliknya Joko ( Juragan Gadai). Korban awalnya, berdasar kesepakatan kedua belah pihak, menyanggupi sewa kendaraan Rp,50 ribu perhari.

Lalu dari korban,justru mengkhianati perjanjian dengan Joko, SPM miliknya Joko digadaikan oleh korban sebesar Rp,2 juta. Kekesalan Joko,justru menyuruh anak buahnya untuk menjemput Qoiriyah di rumahnya,agar dihadapkan kepada Joko di rumahnya Desa Ngasem Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara.

Janda Qoiriyah, pernah dijemput oleh anak buah Joko,namun tidak berhasil,sebab dihalangi oleh saudara korban. Selanjut di lain waktu , korban sempat dibawa Jeggernya Joko, langsung dibawa ke Desa Ngasem Kecamatan Batealit Jepara.

Kedatangan korban dirumah Joko,hanya saja sebagai pelunasan hutang yang belum dibayar,yaitu korban dijadikan asisten rumah tangga, sebagai pelunasan hutang.

Akan tetapi dari korban menurut informasi yang diterima media ini, Korban sempat minta tolong kepada teman temannya lewat chatting WhatsApp.Sebab korban merasa tertekan dan mengalami depresi.

Korban juga mengalami tidak makan selama 2 hari, bahkan pakaian korban juga tak pernah berganti.
Pada hari naasnya tersebut,pada Sabtu,(8/11/2025) usai subuh ,pukul 05.00 WIB,Janda pembawa SPM Joko itu diketahui tak bernyawa di tempat kamar tidurnya.

Berdasarkan informasi dari media ini di lokasi, Juragan Gadai tersebut masih berada dirumahnya.Hanya saja anak buahnya yang dibawa polisi untuk dimintai keterangan.

Bahkan,atas konfirmasi dari pihak petugas polisi dilapangan terkait olah TKP menyebutkan,saat ini pihak polisi masih melakukan indentifikasi,yaitu menunggu keluarga Korban untuk dilakukan otopsi lanjutan.
“Kita menunggu dari pihak keluarga korban dulu, bersedia dan setuju atau tidak dilakukan otopsi ulang”.ujar dia yang tak bersedia disebut namanya.

Lalu dia menambahkan,” kita tunggu seleksi alam yang menentukan”. pungkasnya.Sementara warga sekitar yang melihat langsung dilapangan,belum siap untuk dimintai keterangan oleh awak media ini.( A/AD/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *