BRANINEWS.ID.INDONESIA-Algoritma adu domba Nasional.Waspada, saat ini setidaknya terdapat trending postingan berbau adu domba antar Suku, Agama, Ras dan Golongan,diantaranya adalah

  1. Provokasi warga Aceh untuk merdeka
  2. Upaya adu domba Suku Sunda dan Jawa
  3. Upaya adu domba Suku Madura dan Jawa
  4. Upaya adu domba Penduduk Asli Bali dengan Pendatang.
    dll.

Metode ini adalah salah satu skenario dalam perang hibrida modern untuk melemahkan kekuatan dari dalam.Dengan harapan terjadi Chaos, perebutan kekuasaan dan pelemahan Pemerintahan Indonesia.

Metode perang hibrida seperti ini telah dilakukan dan berhasil memporak porandakan negara negara di wilayah Timur Tengah..Gesekan kecil bisa berujung kepada perang saudara tanpa henti, dan memudahkan militer asing melakukan penguasaan sumberdaya strategis dengan upaya minimum.

Bagaimana cara merespon hal ini?

  1. Tidak membagikan / meneruskan postingan negatif dengan narasi memecah belah persatuan NKRI
  2. Tidak terlibat dalam diskusi yang menggiring ke opini menuju perpecahan bangsa
  3. Melakukan report / pelaporan postingan dengan dasar ujaran kebencian
  4. Tetap tenang dan tidak menanggapi secara berlebihan.

POLA POLA YANG DIRANCANG OLEH ASING

Pola polanya sangat sistematis dan terarah untuk mengadu domba,lewat serangan proxy war yang telah masuk ke dunia maya media sosial dan terlihat oleh mata kita . Misalnya saja : mulai dari provokasi Kemerdekaan Aceh, yang mengumbar narasi kebencian dengan cara membenturkan Suku Sunda dan Madura melawan Jawa.Bahkan gerakan eskalasi gesekan sosial antara penduduk asli Bali dengan para pendatang.

Indonesia saat ini tengah menghadapi ancaman “Algoritma Adu Domba Nasional,” sebuah serangan siber psikologis yang menyasar fondasi persatuan bangsa melalui media sosial. Belakangan ini, ruang publik digital kita dibanjiri tren postingan yang secara spesifik dirancang untuk memicu sentimen Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA).

Jika kita lengah dan terpancing emosi, gesekan kecil ini dapat bereskalasi menjadi perang saudara berkepanjangan. Kondisi inilah yang dinantikan oleh kekuatan asing; saat kita sibuk saling menghancurkan sesama anak bangsa .

Mereka akan dengan mudah melakukan infiltrasi militer dan menguasai sumber daya strategis Nusantara dengan upaya minimum. Kewaspadaan nasional adalah harga mati agar kita tidak menjadi korban adu domba di rumah sendiri

Fenomena ini bukanlah dinamika sosial yang alami, melainkan manifestasi nyata dari skenario perang hibrida modern. Tujuannya sangat jelas, yakni menciptakan kekacauan (chaos) horizontal, memicu instabilitas keamanan dan kekuasaan.

Dan pada akhirnya melumpuhkan legitimasi pemerintahan Indonesia dari dalam. Kita perlu berkaca pada sejarah kelam kehancuran negara-negara di Timur Tengah, di mana taktik serupa sukses memporak-porandakan kedaulatan mereka.( EFBE/MD/ BRA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *