Oplus_131072
Tragedi 1998 , Pahlawan Muda adalah Mahasiswa

BRANINEWS.ID , INDONESIA
Ada masa ketika idealisme terasa seperti pakaian paling indah yang kita kenakan. Di bangku pendidikan, banyak orang berani bersuara lantang, mengutuk ketidakadilan, dan merasa berada di sisi kebenaran.

Hal itupun wajar, karena usia muda memang tempat tumbuhnya keberanian dan keyakinan. Namun idealisme sejati bukan soal seberapa keras kita berbicara, melainkan seberapa konsisten kita memegang nilai itu saat hidup mulai menuntut kompromi.

Masalah muncul ketika idealisme hanya berhenti sebagai simbol, bukan sikap hidup. Ketika kenyamanan, jabatan, dan uang mulai menawarkan perlindungan, banyak prinsip yang diam-diam ditanggalkan.

Apa yang dulu dikritik, kini justru didekati. Bukan karena pandangan berubah lewat perenungan matang, tetapi karena kebutuhan dan ambisi yang tak lagi mau repot berhadapan dengan risiko.

Kedewasaan seharusnya tidak mematikan keberanian moral, melainkan memurnikannya. Nilai yang benar tidak kehilangan makna hanya karena usia bertambah.

Justru di situlah ujian sesungguhnya: apakah keyakinan yang pernah diucapkan mampu bertahan ketika dunia memberi tawaran yang menggoda. Sebab integritas bukan tentang masa lalu yang pernah lantang, tetapi tentang pilihan hari ini yang tetap jujur.( M.Salim Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *