
BANDUNG, BRAPA.ID-PT Pindad, BUMN pertahanan Indonesia, baru saja memperkenalkan senjata canggih anti-drone yang menjadi yang pertama di dunia: SPS-1 (Senjata Pelumpuh Senyap seri 1).
Produk ini dikembangkan 100% secara lokal untuk memaksimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), menjadikannya kebanggaan industri pertahanan nasional.
SPS-1 mengintegrasikan dua metode penangkalan drone: soft kill yang menonaktifkan akses kendali drone dari jarak hingga 500 meter melalui jamming sinyal, serta hard kill menggunakan senjata api konvensional untuk menghancurkan target secara fisik.
Desainnya inovatif, melekat langsung pada senjata api standar, sehingga mudah dibawa dan dioperasikan oleh satu personel saja. Berdaya baterai, SPS-1 menawarkan mobilitas tinggi tanpa ketergantungan pada sumber daya statis, ideal untuk operasi lapangan dinamis.
Peluncuran SPS-1 disertai Maung MV3 Mobile Jammer
perangkat pengganggu sinyal mobile untuk pengamanan udara. Kedua alutsista ini debut di pengamanan upacara HUT RI ke-79 di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Agustus 2024.
Peluncuran itu disaksikan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Inovasi ini memperkuat kedaulatan pertahanan Indonesia menghadapi ancaman drone modern, sekaligus membuka peluang ekspor teknologi militer.
