
BRANINEWS.ID, INDONESIA -PT Pindad ( Perusahaan Industri Angkutan Darat) mengeluarkan senjata terbaru buatan anak negeri. Senjata Sub Machine Gun (SMG) PM3 adalah senjata api laras pendek berjenis pistol mitraliur yang diproduksi oleh PT Pindad (Persero) dari Indonesia.
Senjata ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari seri PM (Pistol Mitraliur) sebelumnya, yang dirancang khusus untuk mendukung operasi pertempuran jarak dekat (Close Quarter Battle/CQB), perang kota, serta misi pembebasan sandera. Berbeda dengan pendahulunya, PM2, yang menggunakan sistem blowback, PM3 mengadopsi mekanisme gas operated. Perubahan mekanisme ini meningkatkan stabilitas dan akurasi senjata saat digunakan dalam mode penembakan otomatis.
Berikut adalah spesifikasi utama dari PM3:
- Kaliber: Menggunakan amunisi 9 x 19 mm Parabellum.
- Jarak Efektif: Akurat hingga jarak 75 meter, sangat ideal untuk pertempuran ruang tertutup.
- Kecepatan Tembak: Memiliki rate of fire antara 750 hingga 850 peluru per menit.
- Dimensi: Panjang total 720 mm saat popor terentang dan menjadi sangat ringkas (494 mm) saat popor dilipat, memudahkan mobilitas prajurit di ruang sempit.
- Berat: Sekitar 3,15 kg (tanpa magasin).
Secara desain, PM3 tampil modern dengan fitur picatinny rail di bagian atas, samping, dan bawah handguard. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memasang berbagai aksesori taktis seperti bidikan optik (sight), senter, atau pegangan tangan (grip) tambahan. Senjata ini juga dilengkapi dengan selektor tembakan yang dapat diatur untuk mode aman (safe), tembakan tunggal (semi-auto), dan otomatis penuh.
Sejak diluncurkan pada tahun 2016, PM3 telah digunakan oleh satuan elite di Indonesia, termasuk Korps Marinir TNI AL, serta varian khususnya (PM3A1) digunakan oleh Polisi Kehutanan. Kehadiran PM3 membuktikan kemandirian industri pertahanan Indonesia dalam memproduksi alutsista berkualitas tinggi yang mampu bersaing dengan standar internasional.(DBS)
