TEHERAN, BRANINEWS.ID-Teheran secara resmi meminta sistem pada Juli lalu, menurut kontrak yang dilihat oleh FT. Pada Juni tahun lalu, pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang tiga situs nuklir utama Iran ketika Washington bergabung dengan invasi militer Israel terhadap Iran.

Kesepakatan rahasia tersebut dinegosiasikan antara eksportir senjata negara Rusia, Rosoboronexport, dan perwakilan Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran (MODAFL) di Moskow.

Iran telah menyetujui kesepakatan senjata rahasia senilai USD589 juta (lebih dari Rp9,9 triliun) dengan Rusia untuk memperoleh ribuan rudal bahu canggih.
Hal ini terungkap dari bocoran dokumen Rusia yang dilihat Financial Times (FT). Desember, mewajibkan Rusia untuk mengirimkan 500 unit peluncur Verba portabel dan 2.500 rudal 9M336 selama tiga tahun.

Laporan FT, yang diterbitkan hari Minggu, telah mengutip beberapa orang yang mengetahui kesepakatan tersebut. Menurut laporan FT, berdasarkan kesepakatan tersebut, pengiriman dijadwalkan dalam tiga tahap, mulai tahun 2027 hingga 2029.(ST/ BR/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *