
JAKARTA, BRANINEWS.ID–Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengungkapkan bahwa 8 kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berasal dari partai yang berbeda-beda.
Seperti diketahui, mereka mengucap sumpah jabatan dengan menyebut nama Tuhan di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Ini daftarnya 8 kepala daerah hasil pilkada 2024 yang diringkus KPK.
1.Bupati Pekalongan Faida Arafiq (Golkar)
2.Bupati Kolaka Timur Abdul Azis (Nasdem)
3.Gubernur Riau Abdul Wahid (PKB)
4.Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (PDIP)
5.Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya (Golkar)
6.Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (PDIP)
7.Wali Kota Madiun Maidi (hampir jadi kader Gerindra), 8.Bupati Pati Sudewo (Gerindra).
Terdata sudah ada delapan kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Di mana tujuh kepala daerah di antaranya telah ditetapkan menjadi tersangka. Bahkan tujuh kepala daerah sebelum Fadia Arafiq yang telah ditangkap KPK belum genap menjabat satu tahun.(**)
