
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
BRANINEWS.ID–Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Sujiwo, secara tegas meminta seluruh kader yang sudah terlibat dalam kepemilikan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk segera mundur.
Langkah PDIP ini dinilai sebagai upaya menjaga jarak antara kekuasaan dan bisnis dalam program besar negara. Meski begitu, publik kini bertanya-tanya: berapa banyak kader yang sudah telanjur “masuk dapur”?
Partai berlambang banteng moncong putih akhirnya “menarik rem” untuk kadernya sendiri. Kader Megawati Soekarnoputri di daerah diminta tidak bermain dalam bisnis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program pemerintah pusat.
Meski demikian, Sujiwo yang juga menjabat sebagai Bupati Kubu Raya memastikan dukungan terhadap program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto tetap berjalan.
Instruksi tersebut bukan sekadar imbauan. Itu adalah perintah resmi dari DPP PDIP melalui surat bernomor 940/IN/DPP/II/2026 tertanggal 24 Februari 2026 yang ditandatangani Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun.
Instruksi itu berlaku untuk semua kader PDIP tanpa pengecualian. Mulai dari anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, hingga kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP.
“Kalau sudah instruksi dari DPP Partai itu wajib dipatuhi. Mereka harus taat dan harus mundur teratur,” tegas Sujiwo, Kamis (5/3/2026).
Sujiwo menegaskan bahwa kader partai tidak boleh ikut bermain dalam lingkaran bisnis program MBG. Menurutnya, sebagai pejabat negara mereka harus menjaga etika politik dan menghindari potensi konflik kepentingan.
“Sebagai kader dan pejabat negara kita tidak boleh ikut bermain dalam lingkaran itu,” katanya.
Sujiwo kembali menegaskan pemerintah daerah wajib mendukung program tersebut, namun dalam posisi sebagai pengawas dan penyelenggara, bukan sebagai pihak yang mengambil keuntungan bisnis.
“Program MBG adalah program Presiden, jadi kita wajib mendukung.Tapi dukungannya dalam bentuk memastikan program berjalan baik, bukan ikut bermain di dalamnya,” ujarnya.(KA/PD/IP)
