BRANINEWS.ID–Salah satu putra terbaik di puncak komando strategis, yakni Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar (lahir 14 Agustus 1971). Sosok yang menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ke-47 sejak akhir Desember 2024 ini merupakan perwira tinggi yang memiliki perpaduan unik antara pengalaman tempur di lapangan dan kecemerlangan akademis.

Titik awal kariernya dimulai sebagai lulusan Akademi Militer tahun 1993 dari kecabangan Infanteri baret merah (Kopassus). Sebagai prajurit komando, ia telah kenyang dengan penugasan berat, termasuk keterlibatannya dalam operasi militer di Timor Timur yang membentuk karakter kepemimpinannya sejak pangkat rendah.

Titik awal kariernya dimulai sebagai lulusan Akademi Militer tahun 1993 dari kecabangan Infanteri baret merah (Kopassus). Sebagai prajurit komando, ia telah kenyang dengan penugasan berat, termasuk keterlibatannya dalam operasi militer di Timor Timur yang membentuk karakter kepemimpinannya sejak pangkat rendah.

Maksud utama dari perjalanan karier Mohammad Fadjar adalah pengabdian yang melampaui tugas operasional fisik. Selain tangguh di medan laga, ia juga membekali diri dengan pendidikan tinggi hingga meraih gelar S-2 di bidang Policing, Intelligence and Counter-Terrorism dari Macquarie University, Sydney, Australia.

Kecerdasannya ini membawanya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari memimpin Grup 1 Kopassus hingga dipercaya menjadi Ajudan Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2015–2016. Kedekatannya dengan pusat kebijakan dan pengalaman manajerial di kementerian menjadikannya jenderal yang komplit dalam memahami dinamika pertahanan nasional.

Titik balik kariernya semakin bersinar ketika ia mulai memegang tongkat komando kewilayahan dan kedirektoratan. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Danrem 031/Wira Bima hingga menjadi Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) di Kementerian Pertahanan. Kariernya terus meroket saat ditunjuk menjadi Pangdam III/Siliwangi pada awal 2024.

Sebelum akhirnya dipromosikan menjadi Letnan Jenderal sebagai Dankodiklat TNI dan kini resmi memimpin Kostrad. Sebagai adik kandung dari tokoh kepolisian ternama Irjen Pol. Krishna Murti dan putra dari Brigjen TNI (Purn.) H. Bom Soerjanto, Fadjar membawa marwah keluarga besar pejuang dalam setiap kebijakan militernya.

Letjen TNI Mohammad Fadjar merepresentasikan wajah baru jenderal TNI yang tidak hanya cakap dalam strategi perang, tetapi juga visioner dalam melihat tantangan keamanan global. Pengabdiannya dari tanah Ambon hingga ke puncak komando di Jakarta menjadi bukti nyata dedikasi tanpa batas bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dibawah kepemimpinannya, Kostrad diharapkan terus menjadi kekuatan pemukul strategis yang modern dan profesional. Dengan latar belakang pendidikan intelijen internasional dan pengalaman sebagai mantan ajudan presiden.(TRI/MTR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *