
BRANINEWS.ID–Balkan sering dijuluki sebagai “tong mesiu” Eropa. Dengan masuknya teknologi rudal hipersonik China ke tangan Serbia, apakah kawasan ini sedang menuju perdamaian melalui rasa takut, atau justru sedang menghitung mundur menuju perang besar berikutnya.
Balkan membara Presiden Serbia klaim siap menghadapi serangan Aliansi Tiga Negara, Rudal Hipersonik China jadi senjata pamungkas, dikutip unggahan Bali Express, genderang perang di daratan Eropa kembali berbunyi.
Presiden Serbia Aleksandar Vucic baru saja melempar pernyataan panas yang bikin telinga negara tetangga merah. Ia mengeklaim Serbia kini dalam posisi Siaga Satu menghadapi kemungkinan serangan dari aliansi Kroasia, Albania, dan Kosovo.
Aliansi yang mengancam
ketegangan ini meledak setelah Kroasia, Albania, dan Kosovo makin mesra dalam kerja sama militer. Vucic menuduh ketiganya hanya sedang “menunggu momen yang pas” untuk menggempur Serbia.
Persenjataan mengerikan dari China,tak mau dianggap remeh, Vucic pamer taring militer Serbia yang semakin modern. Ia terang-terangan menyebut Serbia sudah memegang rudal hipersonik China, jenis udara-ke-darat dengan jangkauan maut hingga 400 Kilometer!
“Kami sedang bersiap menghadapi serangan mereka. Kami punya salah satu sistem persenjataan paling canggih saat ini,” tegas Vucic dalam wawancara Kamis (12/3).
Dalam perpolitikan dua kaki Vucic, meski memamerkan rudal canggih China dan melontarkan kritik pedas ke Kroasia yang dianggap tukang campur urusan orang, Vucic tetap berupaya menjaga hubungan baik dengan NATO. Sebuah strategi “netralitas militer” yang sangat berisiko di tengah panasnya geopolitik Balkan.(KB/E/ITR)
