BRANINEWS.ID–Status siaga 1 ditetapkan oleh Panglima TNI untuk seluruh satuan pertahanan di Indonesia melalui Telegram yang terbit pada 1 Maret 2026. Status siaga 1 dalam komando TNI adalah tingkat kesiapsiagaan tertinggi, di mana seluruh personel wajib bersiap di markas, lengkap dengan senjata, amunisi, dan kendaraan, untuk menghadapi ancaman darurat.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Letnan Jenderal Yudi Abdimantyo mengatakan penetapan siaga I bertujuan untuk mengantisipasi situasi keamanan dalam negeri pasca-serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah mencabut status siaga 1 bagi prajuritnya.

Sementara Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Donny Pramono mengatakan, sejak awal penerapan status siaga 1 oleh TNI tidak berkaitan dengan situasi konflik atau gelombang peperangan di Timur Tengah maupun wilayah mana pun. Ia menekankan status siaga 1 diterapkan untuk memeriksa kelengkapan alat utama sistem senjata dan kesiapan seluruh elemen prajurit.

Kini mereka menerapkan siaga 3 untuk pengamanan wilayah selama musim Lebaran 2026. “Kami melaksanakan kegiatan siaga tiga karena kita akan melaksanakan kegiatan Idul Fitri,” ujar Kadispen saat dikonfirnasi wartawan di Markas Besar TNI AD, Kamis, 12 Maret 2026.

Pemeriksaan kesiapan prajurit kemudian dilakukan melalui apel gelar pasukan yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, pada 7 Maret 2026 lalu. Begitu semua tahap pemeriksaan selesai, kata dia, maka status tersebut berakhir. “Jadi eskalasi diturunkan jadi siaga tiga. Demikian untuk kita menghadapi kegiatan Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.

Donny menyampaikan saat ini personel TNI AD telah dikerahkan untuk menjaga beberapa obyek vital negara selama Ramadan. Personel juga telah ditempatkan di beberapa titik keramaian untuk memastikan masa mudik dan libur Lebaran 2026 berjalan kondusif dan aman.

Ia berharap pengerahan pasukan dari tentara ini membuat masyarakat bisa menikmati momentum Idul Fitri tahun ini dengan aman.

Pasalnya, serangan itu memicu balasan dari Iran yang melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Timur Tengah.

“TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI harus mengantisipasi setiap perkembangan situasi yang terjadi. Baik di kawasan global, regional, maupun nasional,”kepada wartawan.( ITR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *