BRANINEWS.ID–Terus diperiksa dan didalami peran 4 pelaku teror dari BAIS TNI,adanya bukti-bukti digital dan keterangan saksi, TNI diharapkan dapat segera memberikan kepastian hukum yang adil, sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi pertahanan nasional di tengah situasi politik yang dinamis tahun 2026.

Markas Besar TNI terus melakukan penyelidikan intensif terkait dugaan keterlibatan oknum prajurit dalam aksi penyerangan brutal terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus.

Komitmen transparan ini diambil guna memastikan profesionalisme militer tetap terjaga di tengah sorotan tajam publik mengenai perlindungan terhadap pembela hak asasi manusia di Indonesia pada Maret 2026.

Fokus utama tim investigasi saat ini adalah mengungkap apakah serangan penyiraman air keras tersebut merupakan inisiatif pribadi para pelaku atau ada perintah dari atasan tertentu. Penyelidik mendalami kemungkinan adanya kaitan antara aktivitas advokasi yang dilakukan Andrie dengan ketidaksenangan pihak-pihak tertentu di dalam institusi.

TNI menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum oleh anggotanya dan berjanji akan memberikan sanksi tegas jika terbukti bersalah. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI melaporkan bahwa para terduga pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan maraton untuk menggali motif di balik penyerangan.

Dugaan adanya perencanaan matang, mulai dari pemantauan rute hingga eksekusi di lapangan, menjadi indikasi kuat bahwa serangan ini bukan sekadar tindakan spontan.

Kasus ini menjadi ujian krusial bagi reformasi internal TNI di mata masyarakat sipil. Pihak keluarga korban dan organisasi HAM mendesak agar proses hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan saja, melainkan menyasar hingga ke aktor intelektual jika terbukti ada rantai komando yang terlibat.

Komandan Pusat P0lisi M1liter (Danpuspom) TNI Mayor Jenderal Yusri Nuryanto mengatakan terduga pelaku penyiraman air k3r4s terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus berasal dari unsur TNI.

Mereka dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis TNI (Denma BAIS), dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

“Kami sampaikan bahwa keempat (terduga pelaku) diduga anggota Denma BAIS TNI,” kata Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/3).(TMR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *