BRANINEWS.ID –Tanah Lebanon jadi neraka menakutkan, korban jiwa melonjak.menjadi 1.268 orang tewas dan 3.750 luka-luka. Tragisnya, di antara tumpukan jenazah tersebut terdapat 125 anak-anak dan 88 wanita.

Beirut Membara: Dalam 24 jam terakhir, serangan udara Israel menghantam pinggiran selatan ibu kota Beirut. Hasilnya? Kendaraan sipil hancur, 7 orang tewas seketika, dan puluhan lainnya cacat seumur hidup.

Ambisi militer Israel di bawah komando Benjamin Netanyahu tampaknya tak mengenal kata “gencatan senjata”. Di saat dunia berharap pada negosiasi antara Donald Trump dan Teheran, Netanyahu justru menegaskan: Perang di Lebanon tidak akan berhenti!

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon per Rabu (1/4) yang dihimpun media ini,sangat menyayat hati. Sejak invasi dimulai 2 Maret 2026, kekejaman ini telah menelan ribuan korban jiwa yang tak berdosa.

Otak batu Netanyahu, Laporan Israel Hayom mengungkap bahwa Netanyahu telah memberi tahu pejabat senior pemerintahan Trump bahwa kesepakatan damai AS-Iran tidak berlaku lagi untuk negeri Lebanon. Ia bahkan menendang mentah-mentah proposal damai dari Presiden Prancis Emmanuel Macron!

Kesempatan Emas untuk Menghancurkan?
Netanyahu percaya saat ini adalah “kesempatan emas” bagi Israel untuk melumat Hizbullah secara total, tanpa peduli tekanan internasional atau tangis jutaan warga sipil yang terjepit di tengah konflik.

Sampai kapan anak-anak harus menjadi martir dalam ambisi politik dan keamanan ini? Apakah PBB benar-benar sudah ompong menghadapi ketegasan sepihak Israel?

Solidaritas Lebanon terhadap Iran kini dibayar mahal dengan nyawa rakyatnya sendiri. Sementara itu, dunia hanya bisa menonton saat sekolah dan pemukiman berubah menjadi puing-puing akibat rudal.(JUR/TRUM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *