BRANINEWS.ID –Pencopotan massal di level komando tertinggi Militer AS ini memunculkan pertanyaan besar: apakah militer AS mampu menjaga stabilitas dan profesionalisme di tengah perang yang semakin meluas dan tekanan politik yang kian menguat dari dalam negeri?

Di tengah perang melawan Iran yang masih berkecamuk, Amerika Serikat justru menghadapi guncangan internal di tubuh militernya sendiri. George bukan satu-satunya yang jatuh. Jenderal David Hodne dan Mayor Jenderal William Green Jr. juga dicopot secara bersamaan.

Secara keseluruhan, lebih dari selusin pejabat tinggi militer telah diberhentikan oleh Hegseth sejak menjabat termasuk Wakil Kepala Staf Angkatan Udara James Slife dan Kepala Operasi Angkatan Laut Lisa Franchetti.

Jenderal Randy George, Kepala Staf Angkatan Darat AS ke-41, dipaksa pensiun secara mendadak atas permintaan Menteri Pertahanan Pete Hegseth — jauh sebelum masa jabatannya berakhir pada 2027.

Pentagon mengonfirmasi keputusan tersebut berlaku seketika melalui pernyataan juru bicara Sean Parnell. Yang membuat keputusan ini semakin mengejutkan: hanya beberapa jam sebelum pengumuman.

Akademi Militer AS masih mendokumentasikan kunjungan George yang tengah berbagi panduan kepada para taruna calon perwira, tanpa ada sinyal apapun bahwa pemecatan sudah di depan mata.

Secara keseluruhan, lebih dari selusin pejabat tinggi militer telah diberhentikan oleh Hegseth sejak menjabat termasuk Wakil Kepala Staf Angkatan Udara James Slife dan Kepala Operasi Angkatan Laut Lisa Franchetti.

Kontroversi Hegseth sendiri semakin memperkeruh situasi. Ia menghadapi berbagai tuduhan serius mulai dari dugaan kejahatan perang, pengelolaan intelijen militer yang bermasalah, hingga upaya menghambat promosi perwira perempuan dan perwira kulit hitam — sikap yang sejalan dengan penentangannya terhadap kebijakan keberagaman di militer AS.(JHON)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *