BRANINEWS.ID–Hadirnya kelima alutsista ini diharapkan mampu memberikan efek getar (deterrence effect) yang kuat, sekaligus memastikan stabilitas keamanan di wilayah perairan dan udara Indonesia tetap terjaga.

Revisi kebijakan ekspor alutsista Jepang menjadi babak baru dalam hubungan pertahanan antara Tokyo dan Jakarta. Langkah ini memungkinkan Indonesia untuk memperoleh teknologi militer tercanggih Jepang guna memperkuat kedaulatan di kawasan Indo-Pasifik.

Kolaborasi ini tidak hanya sekadar transaksi jual-beli, tetapi juga mencakup transfer teknologi yang akan meningkatkan kemandirian industri pertahanan nasional. Masuknya senjata-senjata mematikan ini dipandang sebagai respons strategis terhadap dinamika keamanan regional yang kian kompleks.

Berikut adalah lima senjata mematikan yang menjadi sorotan dalam kerja sama tersebut:

  1. Fregat Kelas Mogami: Kapal perang canggih dengan desain stealth (siluman) yang sulit dideteksi radar. Dilengkapi sistem otomasi tinggi, kapal ini mampu menjalankan misi anti-kapal selam dan penyapuan ranjau secara efektif.
  2. Pesawat Mitsubishi F-2: Jet tempur multiperan hasil pengembangan bersama AS-Jepang. Pesawat ini memiliki kemampuan serangan maritim yang luar biasa berkat integrasi rudal anti-kapal jarak jauh.
  3. Radar J/FPS-3: Sistem radar pengawas udara jarak jauh yang mampu mendeteksi jet tempur dan rudal balistik dengan akurasi tinggi, sangat krusial untuk menjaga wilayah kepulauan Indonesia.
  4. Kendaraan Tempur Tipe 16 (MCV): Tank roda ban yang sangat lincah di medan darat. Senjata ini ideal untuk mobilisasi cepat di pulau-pulau besar Indonesia karena bobotnya yang lebih ringan dari tank konvensional.
  5. Rudal Tipe 12 SSM: Rudal darat-ke-kapal yang memiliki jangkauan serang diperluas. Senjata ini dirancang untuk melumpuhkan armada kapal perang musuh dari jarak aman di pesisir pantai.( RUDY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *