Foto : Baju kuning ketua DPD partai Golkar Nuskei, Foto bawah, lingkaran merah ( foto samping) pelaku pembunuhan

BRANINEWS.ID || Tragedi berdarah mengguncang Maluku Tenggara! Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (59), Ketua DPC Partai Golkar Malra, tewas mengenaskan setelah dihujani tusukan tepat di depan pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4).

Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas ditikam oleh orang tidak dikenal saat menuju pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026).

Kepolisian Resor Maluku Tenggara berhasil menangkap dua pelaku berinisial HR dan FU dua jam setelah kejadian dengan dugaan motif dendam terkait kasus kematian Dani Holat pada tahun 2020.

Korban sempat berupaya menyelamatkan diri dan mendapatkan bantuan medis dari petugas bandara, namun nyawanya tidak tertolong akibat menderita empat luka tusuk yang cukup parah.

Saat ini kedua pelaku telah dipindahkan ke Ambon di bawah pengawalan ketat aparat bersenjata lengkap untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh pihak Polda Maluku.

Polisi berusaha mengungkap motif penusukan yang menewaskan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora.
Nus Kei, tewas setelah ditikam orang tak dikenal di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di area pintu keluar terminal kedatangan bandara, tepatnya di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil. Saat itu, korban baru saja tiba dari Jakarta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nus Kei diserang menggunakan senjata tajam ketika hendak keluar dari terminal. Serangan itu mengakibatkan korban mengalami luka serius.

Korban yang baru saja mendarat dari Ambon untuk menghadiri Musda Partai Golkar ini tak menyangka maut menjemputnya saat sedang berbincang dengan keluarga.

DETIK-DETIK MENCEKAM DI BANDARA

Aksi Pria Berjaket Merah Pelaku bermasker tiba-tiba muncul dan menghujamkan pisau secara brutal. Nus Kei sempat berusaha lari menyelamatkan diri ke ruang tunggu sebelum akhirnya ambruk bersimbah darah.
Ada 4 Luka Tusuk yang fatal, bahkan hasil medis menunjukkan luka mengerikan di dada kanan-kiri, leher, hingga tulang belakang. Nyawa Nus Kei tak tertolong akibat pendarahan hebat pada organ vital.

Adanya perlawanan dari pelaku, sementara Kakak korban sempat duel dan berusaha menangkap pelaku, namun si “pembunuh” berhasil lolos dan kabur dari area bandara.

DUA PELAKU DICIDUK, MOTIF MASIH DENDAM

Aparat bergerak cepat! Dalam waktu singkat, HR (28) dan FU (39) berhasil diamankan polisi. Kini keduanya mendekam di Polres Malra untuk dikorek keterangannya.

Apakah ini murni dendam pribadi?. Atau ada kaitan dengan kursi panas Musda Golkar 22 April mendatang?

POLISI:JANGAN MAIN HAKIM SENDIRI!

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, mengimbau simpatisan dan keluarga besar korban untuk menahan diri. Kapolda Maluku telah memerintahkan pengusutan tuntas secara profesional agar situasi tetap kondusif.
“Bandara yang seharusnya steril dan aman justru jadi lokasi penikaman brutal. Apakah pengamanan kita sudah sedemikian lemah hingga pelaku bisa bebas membawa senjata tajam dan beraksi di depan umum.(MANICE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *