BRANINEWS.ID || Setelah pensiun pada 2019, Mulyono meninggalkan jejak sebagai salah satu KSAD yang meniti karier dari bawah dengan konsistensi dan dedikasi tinggi. Ia menjadi contoh bagaimana profesionalisme militer dapat berjalan seiring dengan sikap rendah hati.

Nama Jenderal TNI (Purn) Mulyono menjadi salah satu figur penting dalam sejarah militer Indonesia modern. Lahir di Boyolali pada 12 Januari 1961, ia tumbuh dari keluarga sederhana—ayahnya bekerja sebagai pegawai pengairan, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Kesederhanaan ini membentuk karakter Mulyono sebagai sosok yang dikenal rendah hati dan dekat dengan prajuritnya.

Karier dari bawah awal perjalanan militer Mulyono dimulai setelah lulus dari Akademi Militer tahun 1983. Ia mengawali karier sebagai komandan peleton di satuan infanteri, lalu terus naik melalui berbagai jabatan strategis—mulai dari komandan batalyon hingga posisi di lembaga pendidikan militer.

Pengalaman panjang di satuan tempur, pendidikan, dan teritorial menjadikannya perwira yang matang. Ia pernah terlibat dalam berbagai operasi militer, termasuk di Timor Timur dan Aceh, yang memperkaya pengalaman lapangannya.

Kariernya melesat ketika dipercaya menjabat Pangdam Jaya, lalu Pangkostrad—dua posisi penting yang sering menjadi “jalur emas” menuju pucuk pimpinan TNI AD.

Karier Tertinggi Menjabat KSAD

Pada tahun 2015, Presiden Joko Widodo menunjuk Mulyono sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Gatot Nurmantyo. Ia menjabat sebagai KSAD ke-31 hingga 2018.

Sebagai KSAD, Mulyono dikenal menekankan profesionalisme prajurit dan kedisiplinan. Ia juga mendorong peran TNI AD dalam mendukung stabilitas nasional serta pembangunan, termasuk di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Keterkaitannya dengan Kopassus,meski bukan berasal dari satuan elit Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Mulyono memiliki hubungan erat dengan pasukan baret merah tersebut. Ia dianugerahi sebagai warga kehormatan Kopassus dan menerima sejumlah brevet bergengsi seperti Brevet Komando dan Brevet Para Utama.

Kopassus sendiri merupakan pasukan khusus TNI AD yang memiliki kemampuan operasi khusus seperti kontra-terorisme, intelijen, hingga operasi rahasia.

Pemimpin yang Peduli anggota,di balik pangkat bintang empatnya, Mulyono dikenal sebagai pemimpin yang sederhana dan humanis. Banyak prajurit menyebutnya dekat dengan anak buah dan tidak menjaga jarak. Nilai-nilai ini diyakini berasal dari latar belakang keluarganya yang sederhana di Jawa Tengah.(PANJA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *