BRANINEWS.ID|| Kementerian Pertahanan menegaskan pengamanan,mengawal agenda Presiden RI Prabowo Subianto dalam pelaksanaan KTT ASEAN di Cebu, Filipina.

Pengawalan merupakan bentuk kesiapan rutin TNI menghadapi berbagai kemungkinan situasi di kawasan regional.Tentara Nasional Indonesia mengerahkan sejumlah alutsista strategis untuk mengawal agenda Presiden RI Prabowo Subianto.

Selain menunjukkan kesiapan operasional militer, pengerahan alutsista ini sekaligus memperlihatkan kemampuan TNI dalam menjalankan operasi gabungan berskala besar. Kehadiran jet tempur, pesawat angkut strategis, dan kapal perang modern menjadi simbol keseriusan Indonesia dalam mendukung keamanan regional sekaligus memastikan agenda diplomasi internasional berjalan lancar tanpa gangguan.

Operasi kesiapsiagaan tersebut melibatkan unsur dari tiga matra TNI yang disiagakan di wilayah Sulawesi Utara. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan serta mendukung kelancaran kegiatan internasional yang dihadiri para pemimpin negara ASEAN.

Dalam operasi itu, TNI AU mengerahkan lima jet tempur F-16 yang didukung pesawat angkut berat Hercules dan A400M. Sementara dari matra laut, TNI AL menyiagakan tiga fregat yakni KRI Brawijaya, KRI Siliwangi, dan KRI R.E. Martadinata.

Seluruh unsur tersebut disiapkan untuk menguji kemampuan interoperabilitas antarmatras, mobilitas pasukan, pengamanan VVIP, hingga respons cepat dalam menghadapi situasi darurat. Pengamanan dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat di kawasan ASEAN.

Kementerian Pertahanan juga menilai stabilitas kawasan Asia Tenggara merupakan tanggung jawab bersama negara-negara ASEAN. Karena itu, kesiapan TNI dalam pengamanan KTT ASEAN dianggap sebagai kontribusi Indonesia dalam menjaga situasi kawasan tetap aman dan kondusif. (SB :Indonesia Defene)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *