
BRANINEWS.ID|| Peta politik Maluku berpotensi berubah. Mantan kader PDI Perjuangan (PDIP) Maluku, Febry Calvin Tetelepta (FCT), dikabarkan telah bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Langkah politik FCT semakin menguat setelah dirinya melakukan pertemuan langsung dengan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Sumber internal menyebut FCT berpeluang mendapat posisi strategis dalam struktur partai.
“Sudah ada pertemuan langsung. Kemungkinan besar Pak FCT akan diberikan tanggung jawab di struktur partai,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya itu, mantan Deputi Kantor Staf Presiden di era Presiden Joko Widodo tersebut juga disebut mulai membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh penting di Maluku, termasuk Ricky Jauwerissa dan Abdullah Tuasikal.
Langkah tersebut diyakini menjadi bagian dari konsolidasi politik PSI untuk memperkuat jaringan hingga tingkat desa dan kelurahan di Maluku.
“Mereka sudah ada komunikasi. Tinggal tunggu tanggal mainnya saja,” ujar sumber tersebut.
Sebagai salah satu figur asal Maluku yang aktif memperjuangkan pembangunan kawasan Indonesia Timur di tingkat nasional, kehadiran FCT dinilai dapat menjadi amunisi baru bagi PSI dalam memperluas pengaruh politiknya.
Saat dikonfirmasi mengenai alasan bergabung ke PSI, FCT memberikan jawaban yang tegas.
“Saya masuk PSI karena ikut Pak Jokowi, untuk mewujudkan pembangunan Indonesiasentris, terkhusus di wilayah Indonesia Timur seperti Provinsi Maluku,” tegasnya.SBKBE

