
TEHRAN, BRANINEWS .ID|| Serangan pembalasan Iran terhadap fasilitas militer AS di Timur Tengah tampaknya telah menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar daripada yang diakui Washington sebelumnya. Analisis citra satelit menunjukkan bahwa setidaknya 20 pangkalan AS di delapan negara telah mengalami kerusakan yang signifikan dari serangan rudal dan drone Iran sejak akhir Februari.
Iran membidik fasilitas militer di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Irak, Jordan, Bahrain, dan Oman. Serangan itu sebagai tanggapan atas gelombang serangan AS dan Israel di wilayah Iran dan Lebanon dalam tiga bulan terakhir.
Berdasarkan analisis citra satelit yang dikutip oleh BBC Verify, setidaknya 20 pangkalan dan fasilitas militer AS di delapan negara Timur Tengah telah diserang sejak akhir Februari. Namun, beberapa analis memperkirakan jumlah sebenarnya bisa setinggi 28, karena tidak semua lokasi dapat dianalisa secara publik karena pembatasan citra satelit dan masalah keamanan militer.
Pentagon mengklaim telah mencapai lebih dari 13.000 target di Iran sejak awal Operasi Epic Fury. Namun, serangan pembalasan Iran tampaknya mampu menimbulkan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur militer AS di wilayah tersebut.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa operasi itu membuktikan bahwa Timur Tengah tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi pangkalan militer Amerika.
“Amerika tidak lagi memiliki tempat yang aman di wilayah tersebut untuk campur tangan dan mempertahankan pangkalan militer,” kata Khamenei dalam sebuah pernyataan.
Gedung Putih telah berulang kali menyatakan bahwa kemampuan militer Iran hampir lumpuh. Namun, beberapa analis percaya kerusakan yang terlihat di berbagai fasilitas AS menunjukkan bahwa serangan Iran jauh lebih tepat dan efektif daripada yang diakui pejabat Amerika.
Seorang pejabat pertahanan AS menolak mengomentari temuan tersebut, mengutip masalah keamanan operasional.
Pemerintah AS bahkan berusaha untuk membatasi analisis independen terhadap konflik dengan memesan Planet Lab, salah satu penyedia citra satelit terbesar di dunia, untuk menghentikan sementara publikasi citra baru dari Iran dan sebagian besar Timur Tengah. Perusahaan menyatakan bahwa ini untuk mencegah data satelit digunakan oleh mereka yang dianggap mengancam personil dan sekutu NATO.
Namun, BBC Verify menggunakan citra satelit dari beberapa penyedia internasional lainnya serta arsip gambar lama untuk melacak dampak serangan Iran.
