JAKARTA, BRANINEWS.ID|| Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan setelah meminta awak media meninggalkan ruangan sebelum memulai sesi dialog dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026.

Dalam pembukaan dialog, Prabowo mengatakan:

“Wartawan, dengan segala hormat… Oh, wartawan sudah keluar ya? Waduh… Oh, masih ada? Ah, para media, saya hari ini mau bicara dari hati ke hati kepada guru-guru besar, Saudara-saudara. Jadi, dengan hormat, saya mengundang para wartawan untuk minum kopi… di luar.”

Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan di ruang publik. Sebagian menilai permintaan itu merupakan upaya menciptakan suasana diskusi yang lebih terbuka dan leluasa dengan para peserta. Namun, sebagian lainnya mempertanyakan alasan sesi tersebut tidak dapat disaksikan langsung oleh media, mengingat transparansi menjadi salah satu aspek penting dalam komunikasi pejabat publik.

Peristiwa ini juga mengingatkan publik pada beberapa kesempatan sebelumnya ketika awak media tidak diikutsertakan dalam bagian tertentu dari agenda Presiden. Akibatnya, muncul kembali perdebatan mengenai keseimbangan antara kebutuhan ruang diskusi tertutup dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi melalui peliputan pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *