

BRANINEWS.ID – Pemakaman Ali Khamenei akhirnya digelar setelah tertunda lebih dari tiga bulan akibat perang AS-Israel.
Rangkaian penghormatan terakhir dan pemakaman dijadwalkan berlangsung pada 4–9 Juli. Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel agar tidak meluncurkan serangan saat upacara pemakaman eks Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Prosesi pemakaman berlangsung selama hampir seminggu dan diikuti oleh jutaan warga Iran. Komandan Markas Pusat Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi menyampaikan keterangan resmi, Kamis (2/7/2026). Ia meminta AS dan Israel untuk menghindari kesalahan perhitungan. Abdollahi juga mengingatkan mereka untuk mempertimbangkan konsekuensi dari setiap tindakan terhadap Iran.
“Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, terutama AS dan rezim Zionis, untuk menghindari kesalahan perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami,” ujar Abdollahi, dikutip dari The Hill, Jumat (3/7/2026).
Prosesi di Teheran akan digelar pada 4–6 Juli, dilanjutkan upacara di Qom pada 7 Juli serta di Najaf dan Karbala, Irak, pada 8 Juli. Khamenei dijadwalkan dimakamkan di kampung halamannya, Mashhad, di timur laut Iran, pada 9 Juli. Adapun upacara kenegaraan yang dihadiri kepala negara, pejabat tinggi, dan delegasi asing akan berlangsung di Teheran pada 3 Juli.
Peti jenazah Khamenei yang diselimuti bendera Iran disemayamkan di Imam Khomeini Mosalla Grand Mosque. Rangkaian prosesi pemakaman berlangsung pada 3–9 Juli 2026, dimulai di Teheran, kemudian berlanjut ke Qom, dilanjutkan ke Irak (Baghdad, Najaf, Karbala), hingga ditutup di Mashhad.(SBTBR)
