
DEMAK,BRANI NEWS.ID – Kabupaten Demak sedang tidak kondusif”. “Perang di dunia maya terjadi”, “saling mencari kesalahan satu dengan yang lainnya”.
Inti dari polemik di media sosial tersebut berkaitan dengan “permainan pengangsu BBM Solar Subsidi”. “Diduga ada yang tidak fair membaginya” sehingga memicu “saling menuduh dan menyalahkan” antar pihak.
“Saling serang di Medsos”
Jelas kejadian itu “bermula ada hal yang lain saling serang / lapor”. Persoalan “BBM Solar Subsidi adalah milik negara” dan penyalahgunaannya termasuk “pelanggaran hukum”.
Publik mempertanyakan: “Bagaimana Aparat Penegak Hukum – APH setempat dengan adanya polemik di medsos dunia maya tersebut?”
Dan terkait problem “BBM Solar Subsidi” yang merupakan hak masyarakat kecil, “itu tanggung jawab siapa?”
“Publik Minta APH Turun”
Warga Demak meminta “Polres Demak, Kejaksaan, dan Pertamina” tidak tinggal diam dengan ramainya tudingan di dunia maya terkait “dugaan penyalahgunaan BBM Solar Subsidi”.
APH diminta “menertibkan, mengawasi, dan menindak tegas” jika ditemukan “praktik pengangsu ilegal, penimbunan, dan penjualan tidak sesuai peruntukan”.
Karena “BBM Solar Subsidi adalah program negara untuk petani, nelayan, dan masyarakat kecil”, bukan untuk dipermainkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari “APH Kabupaten Demak” terkait polemik solar subsidi yang viral di dunia maya tersebut.(Red )
