oplus_0
Lahan 35 Hektare milik Djarum di Desa Wangunrejo proyek segera dimulai 2026

PATI, BRANINEWS.ID- Aksi Penjahat BBM Solar saat ini masih disebut leluasa dan masih ada kesempatan untuk transaksi kejahatan apapun.
Sebab dalam waktu dekat, lahan milik Djarum yang tiap hari jadi transaksi kejahatan bakal beralih tempat.

Meski demikian,pihak aparat penegak hukum di wilayah setempat,bagai macan ompong apabila menghadapi mafia klas ecek ecek.Sebab pundi pundi upeti kecil yang lumintu terus mengalir ke kantong pribadi APH.

Seperti dikatakan oleh Purwono Nugroho yang akrab dipanggil Ipung,mewakil PT Djarum ,pihaknya sudah perintahkan pihak security untuk menutup pintu keluar dari sisi timur.” Iya dari sisi timur jalur keluar sudah kami perintahkan security untuk menutupnya ” .ujarnya via telepon ,pukul 17,05 WIB,Selasa ,16/12/2025.

Diapun mengatakan lagi,” semua akses bakal ditutup,tunggu saja proyek dimulai tahun depan”.imbuhnya.Lanjutnya lagi,” untuk proyek nantinya pihak kontraktor bakal mempekerjakan warga sekitar,tetap diperhatikan untuk warga sekitar untuk bekerja”,terangnya saat komunikasi dengan awak media ini.

Sementara dia tegaskan lagi,untuk penggarapan yang dilakukan warga setempat segera dihentikan,sebab proyek segera dimulai.Hal senada dengan Bobby Yanto Widjaja,menyoal lahan,tidak dipinjam pakaikan lagi.” lahan tidak akan dipinjam pakaikan lagi,proyek segera dimulai tahun 2026 yang akan datang, karena ijinya lingkungan sudah dalam proses penerbitan “.kata Bobby.

TERJADI KECEMBURUAN SOSIAL TERKAIT PENGGARAPAN

Sementara ditengah masyarakat Wangunrejo, beberapa warga setempat juga bertanya tanya terkait proyek apa yang hendak dimulai Djarum.Sebab lahan seluas 35 Hektar itu untuk proyek besar,dan tentunya butuh menyerap tenaga kerja lokal Desa setempat.’ itu nantinya untuk proyek apa ,kok lahan penggarapan dihentikan”.tanya Ari Wibowo.

Tak hanya itu,warga juga ada yang gembira ria,lahan Djarum ditarik kembali,apa sebab,dalam praktek penggarapan lahan adanya pihak yang serakah,yaitu melakukan perluasan garapan secara membabi buta,sehingga warga setempat tak kebagian.
Bahkan ada yang diwarnai cekcot mulut dengan tetangga sendiri.

Misal saja seperti Suyono,dia bertanya, kalaupun pihak perusahaan rokok terbesar itu menarik kembali lahanya, semua penggarap wajib dihentikan.” Lho kok ijeh podo nggarap sampean”.ujarnya.
“Yang penting tidak tebang pilih ,pada semua penggarap harus dihentikan”,kata pria bertubuh tambun itu agak protes.

Ada juga warga berharap proyek segera dimulai, dengan harapan menyerap tenaga kerja,” wah itu nanti bakal.ada proyek geden” . katanya sembari membalas kiriman WhatsApp kepada media ini.(Tim Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *