

Oleh: N Ajipati Penjawi
iBRANINEWS.ID, INDONESIA–Sejak Sudewo menjabat Bupati Pati dalam setahun berjalan, kerikil tajam jadi sandungan perjalanan pemerintahannya.
Sebab Sudewo terlalu sembrono dan mengumbar sesumbar kepada lawan politiknya.Meski diam menghanyutkan, lawan politik Sudewo justru,mengintai,memasang berbagai perangkap hendak merobohkan dirinya kedalam jurang pidana.
Petugas partai Gerindra ( besutan Presiden Prabowo) itu,disebut kebablasan di era demokrasi, kebablasannya adalah,saat pihaknya dalam suatu acara memberi sinyal,menabuh genderang perang pada lawan politiknya.
Mantan DPR RI itu tak bergeming,saat di demo ribuan massa 13/8 /2025 lalu.Ribuan massa yang digerakkan oleh politik,gegara menaikkan pajak 500 % namun gagal.Sudewo didemo gegara ucapannya,jangankan 5000,50.000 massa saya tidak mundur,narasi ucapannya itu yang ditujukan kepada Yayak Gundul.Namun ucapan Sudewo berbalik arah, ucapannya di framing di medsos hingga membuat geram warga Pati.


Seolah olah Sudewo lewat ucapannya menentang seluruh warga di Bumi Mina Tani.Sudewo terus digebuki lawan politiknya,misal saja saat menjabat anggota DPR-RI,kesandung korupsi DJKA,kembali diungkit ,melalui demo susulan bulan November 2025.
Demo lagi jilid II warga Pati antusias digerakkan lewat jalur politik,ratusan warga berbondong-bondong mendatangi kantor pos Pati, berkirim surat ke KPK,meminta Pasukan yang bermarkas di gedung Merah Putih menangkap Sudewo.
Tak hanya itu saja, Bupati asal Desa Slungkep Kayen,juga di demo lagi jilid III, Sudewo hendak di makzulkan.Meski seluruh partai politik yang ngekost di rumah rakyat ( gedung DPRD) menyetujui Sudewo melanjutkan pemerintahanya.
Hanya saja partai lawan Sudewo,yakni Partai PDI Perjuangan yang setuju Sudewo dilengserkan.
Bahkan Yeti Kristianti dari kader Gerindra, yang memberi angin surga kepada kelompok massa anti Sudewo,setuju Sudewo dimakzulkan.Ujung ujungnya ingkar di persimpangan,sesama kader Gerindra,justru Yeti Kristianti mendukung Sudewo lanjut pemerintahnya kedepan.
Sudewo gagal dimakzulkan, endingnya,Kelompok Supriyono Botok,terprovokasi oleh kelompok senyap, yang pura pura anti Sudewo. Massa yang makin geram didepan DPRD lansung berkonvoi memblokir jalan Pantura Juwana •
Hasilnya Krek,cekgemek Botok dan Teguh diringkus tim Buser Polresta Pati, dengan tuduhan memblokir jalan.Botok dan Teguh ditangkap, hal itu memicu demokrasi terbelenggu,sebab kritik pemerintah berakhir dengan borgol polisi’ kedalam bui•
Usai Botok dan Teguh indekos di Homestay prodeo,Pati bumi peninggalan leluhur Gede Penjawi bukanlah menjadi kondusif,justru menjadi terbelah,kubu anti Sudewo dan Pro Sudewo perang cyber hujat,hina ,bully,caci dan maki didunia maya•
SUDEWO MENANTANG BADAI
Partai politik yang selama ini sebagai lawan Sudewo tak bisa dianggap enteng. Sebab, partai kawakan sebagai partai Banteng ketaton, disebut Banteng petarung,pejuang dan penuh darah perjuangan saat hendak ditikam dan ditumbangkan oleh rezim Orde Baru, justru makin berkobar api perjuanganya.Kokoh dan lihai dalam rimba persilatan politik di negeri ini•
Sudewo menantang badai,sinyal politik di Bumi Mina Tani tak bisa jernih dan terang, sinyalnya menjadi mendung hitam.Ucapanya memicu suhu panas, Sudewo disalah satu acara mengumbar narasi dengan berkata ,”Dibawah kepemimpinan saya,jangan sekali kali ada seseorang yang coba dan sengaja mencoba mengganggu pemerintahan saya, bilamana ada orang yang menggangu pemerintah saya, urusannya lain “.
Dari narasi ancaman Sudewo, seolah olah warga Pati sekaligus anak cucunya Ki gede Penjawi menjadi takut. Justru tidak, narasinya jadi bola panas bagi partai lawan politiknya, dengan memainkan catur di atas gelanggang meja perpolitikan Bumi Pesantenan.
Hubungan sinyal komunikasi menjadi buruk dari lawan politik Sudewo,sebab proyek mantan Bupati Haryanto di RSUD Suwondo,mulai dari Pejabat terasnya di basmi, serta pegawai honorer, kontrak lainya ditumpas tanpa pesangon.Belum lagi dijajaran jabatan kedinasan,orang orangnya mantan Bupati juga diberangus alias di depak dari jabatan,di ganti pejabat orang terdekat Sudewo.
MASUK JARING PERANGKAP
Gebrakan Sudewo bersih bersih di pemerintahannya itu justru memantik,menyulut sumbu lawan politik Sudewo, menunggu bom meledak. Sudewo terjebak dalam pola permainan kartu jual beli jabatan,operasi senyapun dimainkan pihak lawan meski dengan biaya politik yang sangat mahal untuk merobohkan pihak lawan.
Sudewo terperangkap jebakan Batman, pasukan anti raswah mendeteksi permainan rakus para cecunguk antek anteknya,yakni kepala desa yang bernama tim 8 dikerahkan mengumpulkan uang.Tim 8 bermain licik memuluskan yang bakal mengisi jabatan perangkat desa satu jabatan di patok Rp125 hingga Rp 250 juta.
Aksi busuk kepala desa dihadang KPK,sejumlah Kepala Desa diperiksa dihadapan mesin tik KPK,ditanya duit aliran dana ,suap dan atau pemerasan pengisian perangkat desa.Bagi Kades yang diperiksa mengaku menuduh atas perintah Sudewo.
Atas pengakuan Kades kepada KPK, akhirnya Bupati Pati yang menjabat setahun itu di gelandang KPK di Polres Kudus untuk diperiksa .Endingnya Sudewo diboyong ke jakarta di gedung Merah Putih lalu diborgol diumumkan jadi tersangka bersamaan kepala desa antek anteknya.Kini Bupati Pati non aktif Sudewo ditahan, Meski Diam dia Melawan.
(penulis adalah wakil ketua umum DPP PWOD,dan jurnalis 1997-sekarang)
