PEKALONGAN, BRANINEWS.ID
Bernama Dwi Purwanto pengusaha asal Pekalongan ingin sekali anaknya masuk Akpol.Bahkan impianya kandas ,ingin melihat anaknya menjadi perwira polisi.

Namun faktanya , berbanding terbalik dengan janji surga kedua makelar masuk polisi.Dwi, justru kehilangan uang dengan jumlah Rp 2.6 Miliar. Diduga Dwipur ,ditipu makelar yang mengaku bisa memasukkan lewat jalur khusus yang disebutkan sebagai “kuota Kapolri”.
Ada empat orang diperkirakan terlibat kasus penipuan ini. Salah satunya ditengarai anggota Polres Pekalongan.
Uang itu disebutkan hasil kerja kerasnya sebagai pengusaha. Semua itu dilakukan demi anaknya ,nasib berkata lain, justru ia ditipu. Hal ini diungkapkan Dwi kepada sejumlah wartawan kemarin (22/10).

Awal mulanya pada awal Desember ketika Dwi mendapatkan pesan dari oknum anggota Polsek Paninggaran.
Dwi ditawari jasa agar putranya bisa masuk Akpol lewat jalur spesial.
Apabila Dwi Purwanto mau, tinggal bayar Rp 3.5 M. Maka ada tanda jadi separuh. Dan sisa dilunasi setelah pantukhir ( panitia penentuan akhir) dari pusat. Kata kata tersebut dikatakan calo makelar , seperti ditirukan Dwi Purwanto.Meski tawaran dari makelar calo tersebut ditolaknya,namun karena bujuk rayu,pengusaha itu,hanyut dalam angin surga dari calo yang membujuknya.

Tidak hanya itu saja, komplotan calo oknum itu mendatangi rumah Dwi bersama Bripka A, anggota Polsek Doro yang mengaku anggota Densus dan adik angkatan Aipda F.
Keduanya meyakinkan ada akses khusus.
Disebut pula ada adik Kapolri bernama Agung yang mengatur kuota.
Malah disebutkan semula ada yang mau menggunakan jalur itu namun batal karena memilih jadi tentara. Maka ada satu jatah kosong.

Sebagai bukti serius maka diminta menyerahkan uang tunai Rp 500 juta pada 21 Desember 2024 di sebuah cafe di Semarang. Uang diterima oleh kedua oknum itu.
Lalu pada 8 Februari 2025 diminta Rp 1.5 M sebagai penutupan administrasi. Malam itu juga harus dikirim karena paginya mesti dikirimkan ke Jakarta.
Dwi sampai jual dua mobil Rubicon dan Kini Cooper.

Untuk lebih meyakinkan, Dwi dipertemukan dengan dua orang yang bernama Agung dan Joko sebagai penghubung ke bos makelar Casis Akpol di Jakarta.
Uang yang di kirim Dwi Purwanto ada empat kali dengan jumlah total Rp,650 juta ke rekening Joko.
Sebagai bentuk menyakinkan anaknya,lalu dibawa ke Jakarta untuk dikarantina sebagai alasan,sebelum pengumuman seleksi.

Namun setelah seleksi itu diumumkan, anak dari Dwi Purwanto , justru diinformasikan gagal dalam hal tes kesehatan jasmani.

Setelah itu adapun uang dari Dwi Purwanto ditagih diminta kembali,namun para pelaku justru saling lempar tanggung jawab.Namun seperti yang dijanjikan kedua makelar itu sesuai janji lisannya,uang pengusaha asal Pekalongan itu dikembalikan,namun hingga kini ditunggu tunggu kenyataannya, hanya janji belaka.

Dengan kejadian itu,Dwi akhirnya lapor ke Polda Jateng pada Agustus 2025 lalu.
Menurut info penyidikan sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Aryanto menyebutkan,masih mengecek laporan dari seseorang yang mengaku sebagai korban penipuan.( F/B/BR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *