JAKARTA,BRANINEWS.ID-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa jika kedudukan Polri berada di bawah kementerian justru akan melemahkan Polri, Negara, dan Presiden.
Pendapat Listyo tersebut disampaikan dalam rapat dengan Komisi III DPR,Senin, 26/1/2026. Penempatan Polri di bawah kementerian menjadi wacana yang dibahas Komisi Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo.

Komisi ini akan membuat rekomendasi untuk perbaikan institusi Polri yang dinilai buruk dalam penanganan unjuk rasa Agustus-September 2025, yang menewaskan 12 orang.

Listyo menyebut, penempatan Polri di bawah Presiden merupakan amanat Reformasi 1998, yang menuntut pemisahan Polri dengan TNI. Dalam rapat tersebut, Fraksi Partai Golkar melalui Rikwanto menyatakan dukungan Polri tetap berada di bawah Presiden. Sikap serupa juga disuarakan Fraksi PDIP melalui Safaruddin. Bahkan ia mendukung pemilihan Kapolri tetap melalui Komisi III DPR.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan menolak polisi di bawah kementerian. Hal ini diungkapkan Sigit usai mendapatkan tawaran untuk menduduki posisi menteri kepolisian.

“Ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA, mau ndak Pak Kapolri jadi menteri kepolisian. Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak ibu sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian,” ucap Sigit, Senin (26/1/2026).

“Dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” tuturnya.( JURPOL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *