Oplus_131072
Kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin diserang drone

BRANINEWS.ID, INDONESIA- Serangan massal 91 drone di wilayah Novgorod, kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin, dinilai sebagai provokasi tingkat tinggi yang melibatkan kekuatan luar. Pakar militer Alexey Leonkov menyebut operasi rumit ini mustahil dilakukan Ukraina sendirian tanpa campur tangan kelompok garis keras Eropa, khususnya Inggris.

Moskow dipastikan akan membalas dengan target dan waktu yang telah ditentukan. Namun, respons tersebut akan dirancang secara terukur agar tidak mengganggu proses komunikasi diplomatik antara Rusia dan Amerika Serikat.

Serangan dilakukan saat Zelensky berada di AS untuk menemui Trump seperti dilansir dari Sindonews.. Hal ini dianggap sebagai taktik untuk memberi Zelensky alibi sekaligus upaya faksi pro-perang Eropa untuk mengacaukan rencana negosiasi damai antara AS dan Rusia.

Kediaman tersebut bukan sekadar rumah tinggal, melainkan pusat kendali komunikasi senjata nuklir. Serangan ini dinilai sebagai upaya memicu konflik global. Meski membantah, Zelensky dituding telah mengetahui rencana ini melalui pernyataan terselubungnya pada konferensi pers 18 Desember dan pesan malam Natal yang menyerukan kematian Putin.

Dalam rekaman vidio beredar luar di media sosial, kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin, Dikroyok drone,diserang lewat udara.Dalam keterangan tersebut,belum dipastikan ada korban dari serangan udara puluhan drone.( LSR/BRADE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *