
BRANINEWS.ID–Namanya tercatat sebagai bagian dari generasi perwira Marinir yang membangun reputasi TNI AL, baik di medan operasi maupun dalam pelayanan kemanusiaan.
Muhammad Alfan Baharudin lahir di Medan pada 30 Mei 1956. Ia merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Laut yang meniti karier panjang sejak lulus dari AKABRI tahun 1981. Dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal TNI (Mar), ia dikenal sebagai sosok yang matang dalam kepemimpinan tempur sekaligus misi kemanusiaan.
Sebagai prajurit dari Korps Marinir, Alfan Baharudin memiliki keahlian khusus di bidang intelijen tempur, terutama pada satuan elit seperti Batalyon Intai Amfibi dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).
Keahliannya di bidang operasi khusus membentuk karakter kepemimpinan yang tegas, taktis, dan penuh perhitungan. Puncak karier militernya di Korps Marinir tercapai saat ia menjabat sebagai Komandan Korps Marinir ke-18 pada periode 2009–2012. Dalam posisi tersebut, ia memimpin pembinaan kekuatan dan kesiapan pasukan amfibi Indonesia di tengah dinamika tantangan keamanan maritim.
Pengabdiannya tak berhenti di ranah tempur. Pada 15 Agustus 2012, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) ke-11.
Jabatan ini menandai babak baru dalam pengabdiannya dari operasi militer menjadi operasi kemanusiaan. Di bawah kepemimpinannya hingga 14 April 2014, Basarnas berperan penting dalam berbagai misi pencarian dan pertolongan di seluruh penjuru Nusantara, memperkuat koordinasi nasional dalam menghadapi bencana dan kecelakaan transportasi.
Dengan masa dinas 1981–2014, M. Alfan Baharudin meninggalkan jejak sebagai prajurit yang komplet: terlatih dalam operasi intelijen dan tempur khusus, namun juga berdedikasi dalam tugas kemanusiaan. Kariernya mencerminkan wajah prajurit Indonesia yang profesional siap menjaga kedaulatan, sekaligus sigap menyelamatkan nyawa.(DBS)
