

BRANINEWS.ID -Situasi keamanan di Meksiko memburuk secara drastis setelah tewasnya pemimpin tertinggi salah satu kartel narkoba paling kejam di negara tersebut.
Anggota kartel dilaporkan melakukan aksi balasan yang brutal dengan menyerang fasilitas pemerintah, melakukan pembakaran kendaraan di jalan-jalan utama, hingga terlibat baku tembak sengit dengan aparat militer. Keadaan di beberapa kota besar kini digambarkan mirip dengan medan perang, di mana suara ledakan dan rentetan senjata api terdengar hampir setiap saat.

Pemerintah Meksiko telah mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke wilayah-wilayah konflik guna meredam aksi anarkis kelompok bersenjata tersebut. Kartel menggunakan taktik intimidasi massal untuk menunjukkan bahwa meskipun pemimpin mereka telah tiada, kekuatan organisasi mereka tetap utuh dan berbahaya.
Warga sipil terjebak di dalam rumah karena takut menjadi korban salah sasaran dalam bentrokan berdarah yang terus meluas ke wilayah pemukiman penduduk.Kekacauan ini dipicu oleh keinginan faksi-faksi di dalam kartel untuk menunjukkan eksistensi mereka sekaligus membalas dendam atas kematian bos besar mereka.
Jalan-jalan utama yang menghubungkan antar-kota diblokade menggunakan truk yang dibakar, sehingga melumpuhkan aktivitas ekonomi dan distribusi logistik nasional. Presiden Meksiko menyerukan persatuan nasional dan memastikan bahwa negara tidak akan kalah melawan teror yang dilakukan oleh sindikat narkoba internasional tersebut.
Dunia internasional mengutuk gelombang kekerasan ini dan menyatakan keprihatinan atas krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Meksiko.
Bantuan intelijen dari negara-negara tetangga terus mengalir guna membantu militer Meksiko melokalisir pergerakan para anggota kartel yang bersenjata lengkap. Peristiwa ini menjadi bukti nyata betapa kuatnya pengaruh kartel narkoba dalam mengancam kedaulatan sebuah negara jika tidak ditangani dengan strategi pertahanan yang menyeluruh dan tegas.
Menteri Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch mengungkapkan 25 tentara anggota Garda Nasional dan satu petugas keamanan tewas akibat serangan kartel.(INT)
