JOGYAKARTA,BRANINEWS.ID-Ketua komisi III DPR RI, Habiburokhman angkat bicara, terkait fenomenal penegakan hukum yang lucu di Sleman Jogyakarta. Adalah Bernama Hogi yang lagi apes ,dia membela dan menolong istrinya yang sedang di jambret.

Lalu Hogi menolong istrinya,dan mengejar dua pelaku jambret, kemudian dua pelaku melarikan diri dari kejaran Hogi,dan ternyata naas nasib dua pelaku jambret, keduanya tewas, gegara sepeda motor pejambret menabrak tembok.

Kalimat ini bukan basa-basi.
Ini peringatan keras soal arah penegakan hukum kita.Melansir dari akun informasi Jogyakarta,Kasus di Sleman, Yogyakarta , ada Seorang ibu dijambret.Lalu suaminya, bernama Hogi Minaya, mengejar pelaku, kemudian dua pelaku jambret menabrak tembok dan meninggal dunia.

Namun yang terjadi justru sebaliknya,pihak polisi Lalulintas, menetapkan Hogi sebagai tersangka dan terancam hukuman hingga 6 tahun penjara.Jika logika hukum seperti ini dibiarkan,wajar kalau publik bertanya,Siapa yang masih berani menolong korban?Siapa yang berani mengejar pelaku kejahatan?
Apakah melawan kejahatan kini justru berisiko dipenjara?

Kemudian menyikapi dagelan penegakan hukum yang penuh keganjilan telah terjadi di Sleman Yogyakarta .Komisi III DPR RI menyatakan akan memanggil Kapolresta Sleman, Kejaksaan Negeri Sleman, serta Pak Hogi beserta kuasa hukumnya pada Rabu, 28 Januari, untuk mencari keadilan dan solusi atas kasus ini.

“Kalau begini, masyarakat jadi takut. Nanti ada penjambretan, orang tidak berani mengejar. Takut malah disalahkan.”kata Habiburokhman, Ketua Komisi III DPR RI.di komplek Senayan,(25/1).

Langkah ini penting.
Karena hukum tidak boleh membuat masyarakat takut untuk berbuat benar.
Pertanyaan dari publik yang harus di jawab jujur adalah,kalau melihat penjambretan di depan mata, kamu masih berani mengejar? Atau memilih diam karena takut salah hukum? ( SARKEM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *