BRANINEWS.ID–Menurut laporan otoritas AS, sekitar 100 unit servomotor diduga dipasok melalui skema transhipment. Komponen tersebut disebut berasal dari China, masuk ke Indonesia, lalu dikirim ke Iran untuk menghindari deteksi.

Kasus ini kini menjadi sorotan internasional karena menyangkut pengawasan teknologi sensitif dan perdagangan global.

Sementara atas kejadian itu pihak otoritas Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada seorang pengusaha asal Surabaya berinisial ASD, pemilik toko Surabaya Hobby. Ia diduga terlibat dalam rantai pasokan komponen untuk drone kamikaze Iran jenis Shahed-136.

Namun, pengusaha yang disebut dalam kasus ini, Agung Surya Dewanto, membantah keras tuduhan tersebut ,dan menegaskan tidak pernah mengirim komponen drone ke Iran.

Drone tersebut diketahui sering dikaitkan dengan pasukan dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).(ITR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *