JAKARTA,BRANINEWS.ID-Tukang es gabus bernama Sudrajat (50) mengaku mengalami kekerasan fisik dan intimidasi.Peristiwa ini viral setelah es gabus miliknya diremas oleh anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa,hingga cairannya tumpah, bahkan sisa es yang dituding spons dijejalkan ke mulutnya.

Akibat kejadian itu, Sudrajat mengaku trauma dan tidak berani lagi berjualan di kawasan Kemayoran ,Jakarta Pusat, Sabtu (24/1). Ia didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang menuduh es gabus dagangannya berbahan spons.

Ditemui sejumlah wartawan di rumahnya di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Sudrajat menceritakan awal kejadian saat aparat membeli es gabus miliknya.

“Begini, dia (aparat) beli es kue. Kata polisi, ‘Bang es kue, Bang, beli empat.’ Terus dibejek-bejek, terus dilempar kena saya es kuenya,” ujar Sudrajat, Selasa (27/1).Sudrajat menyebut telah berusaha menjelaskan bahwa es yang dijualnya benar-benar es kue, bukan spons.

Situasi kemudian memanas setelah warga berkumpul, termasuk Ketua Rukun Tetangga, Ketua Rukun Warga, dan lurah. Sudrajat mengaku mendapat kekerasan fisik.

“Iya, saya digampar, ditonjok semua, ditendang,” katanya.
“Saya ditonjok, ditendang pakai sepatu bot. Saya sampai terpental ditendang. Enggak ada minta maaf sama sekali semuanya, enggak ada,”kata Sudrajat. tambahnya lagi,“Bukan kayak kapas bedak, ini es asli, es kue,” ujarnya.

Namun penjelasan tersebut tidak menghentikan perlakuan aparat. Ia bahkan dipaksa berdiri dengan satu kaki dan kembali dipukul.
“Saya begini,” kata Sudrajat
sambil menirukan memperagakan saat ia paksa kedua aparat tersebut.

“Terus ditonjok, disabet pakai selang, ditendang pakai sepatu sama tentara,,saya mau diminumi air comberan,” imbuh Sudrajat.

AKHIRNYA MINTA MAAF

Diketahui ternyata anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, adalah Ajun Inspektur Polisi Dua Ikhwan Mulyadi, dan anggota Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Heri, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Hasil uji laboratorium Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat memastikan es yang dijual Sudrajat aman dikonsumsi.

“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkwe yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujar Ikhwan.

Ia menjelaskan, tindakan tersebut dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat, namun diakui terlalu terburu-buru.

“Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau,” ujarnya.

“Kami menyadari telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian, maupun Laboratorium Forensik Kepolisian Republik Indonesia,” katanya.(CAK/JAK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *