

BRANINEWS.ID, INDONESIA–Seperti diberitakan The Guardian, laporan dari radio publik Israel pada Selasa (10/2) pagi. Siaran itu menyebutkan bahwa, pemerintah telah menunjuk sebuah lokasi strategis di selatan Jalur Gaza, diantara Kota Rafah dan Khan Younis, untuk menjadi barak atau pos bagi pasukan Indonesia yang rencananya akan dikerahkan sebagai bagian dari pasukan internasional.
Pejabat senior Hamas,Osama Hamdan mengungkapkan bahwa ,Hamas telah menghubungi pemerintah Indonesia untuk menekankan jika rakyat Palestina sebenarnya tidak membutuhkan pasukan luar.
“Kami telah memberitahukan kepada semua pihak, termasuk pemerintah Indonesia, bahwa kami, rakyat Palestina, tidak membutuhkan pengawasan atau penjagaan pihak luar,” ujar Hamdan, dikutip dari YouTube Aljazeera Mubasher.
Penempatan ini dipilih karena letaknya yang relatif aman namun tetap dekat dengan perbatasan, sehingga memungkinkan pasukan tersebut menjalankan tugas pengawasan dan pencegahan agresi, tanpa terlalu mencampuri urusan internal Gaza.
“Hal terakhir yang seharusnya dipertimbangkan dunia adalah mengirim pasukan untuk bertindak sebagai kekuatan pendudukan, berhadapan dengan rakyat Palestina atas nama pendudukan, atau mencoba menggantikan kehendak mereka sebagai pengganti tentara pendudukan. Tidak ada warga Palestina yang akan menerima hal ini,” imbuhnya.
Hamdan kemudian juga menjelaskan jika nantinya pasukan Indonesia dan pasukan internasional lainnya tetap harus datang ke Gaza, Palestina, maka ia meminta mereka untuk bertindak sebagai pasukan pencegah agresi lanjutan dari Israel.
“Namun, karena Dewan Keamanan telah memutuskan adanya pasukan internasional, biarkan pasukan tersebut ditempatkan di perbatasan untuk mencegah musuh melanjutkan agresinya terhadap rakyat kami, mencegah pelanggaran gencatan senjata, dan mencegah setiap tindakan pendudukan atau serangan lebih lanjut di Jalur Gaza seperti yang terjadi sebelumnya,” harap Hamdan seperti dilansir dari tirto.(BRARED))
