
BRANINEWS.ID-Ribuan Marinir Siap Tempur: USS Tripoli membawa sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang memiliki spesialisasi operasi darat. Centcom secara khusus meminta tambahan pasukan ini untuk memperluas “opsi militer” terhadap Teheran.
Pengerahan besar-besaran ini memicu pertanyaan horor: Apakah Amerika Serikat benar-benar nekat akan menerjunkan pasukan infanteri untuk menginvasi Iran lewat jalur darat.
Menembus Selat Hormuz: Kekuatan ini dikirim untuk memecah kebuntuan di Selat Hormuz yang masih dikunci rapat oleh Iran, jalur yang menyandera 20% pasokan minyak dunia.
Washington baru saja menaikkan taruhan dalam palagan Timur Tengah! Pentagon dilaporkan tengah mengirimkan kapal serbu amfibi USS Tripoli yang mengangkut ribuan personel Marinir, jet tempur F-35, dan armada tempur canggih ke jantung konflik.
Kegagalan Intelijen dan angan-angan” Washington,
dalam pamer otot, analis militer dari International Crisis Group menyebut Washington masuk ke perang ini tanpa persiapan matang. Mereka dianggap gagal mengantisipasi taktik Perang Asimetris Iran yang mematikan.
“AS memasuki perang tanpa persiapan, didorong oleh banyak angan-angan,” ujar Ali Vaez dari Crisis Group. Washington seolah-olah mengira Iran akan menyerah dengan mudah, namun kenyataannya Timur Tengah justru tersedot ke dalam pusaran konflik yang kian liar.
Dua pekan sejak agresi gabungan AS-Israel dimulai pada 28 Februari, bukannya menang cepat, AS justru terlihat kelabakan menghadapi serangan drone ke negara-negara Teluk dan gangguan pelayaran internasional.( K/ B/E TRIM)
