
BRANINEWS.ID, INDONESIA
Pengungkapan jujur dari Fedorov ini menjadi sinyal bahwa Ukraina sedang menghadapi tantangan ganda yang pelik: gempuran musuh yang tak henti dari luar dan krisis sumber daya manusia yang semakin menipis dari dalam.
Di tengah kecamuk perang melawan invasi Rusia, Seperti dikutip dari sindonews,Kyiv secara resmi mengakui bahwa sekitar 200.000 tentaranya telah melakukan desersi atau meninggalkan pos tugas mereka tanpa izin resmi.
Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, menyampaikan fakta mengejutkan di hadapan Parlemen Ukraina (Verkhovna Rada) yang menyoroti krisis internal serius dalam tubuh militer negara tersebut.
Pengakuan terbuka ini memvalidasi laporan-laporan sebelumnya mengenai anjloknya moral pasukan serta kelelahan fisik dan mental yang mendera para prajurit di garis depan.
Angka fantastis ini hanyalah sebagian dari masalah yang lebih besar. Fedorov juga mengungkapkan data yang tak kalah mencengangkan: sekitar 2 juta warga Ukraina kini tercatat sebagai “buronan” karena sengaja menghindari panggilan wajib militer dan kewajiban mobilisasi.
Secara hukum, Ukraina mewajibkan pria berusia 18 hingga 60 tahun untuk mendaftar militer, dengan rentang usia 25 hingga 60 tahun sebagai target utama mobilisasi tempur.
Meski aturan darurat militer telah melarang pria usia produktif meninggalkan negara itu, ribuan orang tetap memilih kabur. ( WARIN)
