BRANINEWS.ID, INDONESIA
Profesor salim said, guru besar ilmu politik dan militer universitas Indonesia.
beliau bikin video pendek dan itu disebar di medsos. kata profesor salim said, sebelum beliau meninggal,
Kader kader komunis sekarang ini di Indonesia sudah banyak Yang menguasai pemerintahan.

Sudah banyak yang jadi bupati, walikota, gubernur, staf menteri, kepala staf, presiden, bahkan 200 lebih parlemen anggota DPR itu dari kader kader komunis.
Bahkan ketua komisi 9 DPR pusat itu dipegang oleh kadel gerwani, dokter rifka cipitaning malah bikin buku, aku bangga jadi anak pki, bikin buku lagi, anak pki masuk parlemen.

Berikut biodata Prof. Dr. Salim Haji Said dalam Bahasa Indonesia:

Informasi Pribadi

Bernama Lengkap: Salim Haji Said, lahir: 10 November 1943
Desa Amparita, Kabupaten Sidenreng Rappang (saat ini termasuk wilayah Parepare), Sulawesi Selatan.
Tanggal Wafat: 18 Mei 2024 pukul 19.33 WIB di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Tempat Pemakaman: TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan
Istri: Herawaty

Pendidikan

Akademi Teater Nasional Indonesia (1964–1965) – tidak menyelesaikan
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1966–1967) – tidak menyelesaikan, kemudian S1 Ilmu Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia – lulus tahun 1976.
S2 Hubungan Internasional, Ohio University, Amerika Serikat – lulus tahun 1980
S2 Ilmu Politik, Ohio State University, Amerika Serikat – lulus tahun 1983
S3 Ilmu Politik, Ohio State University, Amerika Serikat – lulus tahun 1985

Karier diawali dari profesi Jurnalistik dan dari profesi tersebut,merupakan salah satu pendiri dan redaktur majalah Tempo (1971–1987), pernah bekerja sebagai redaktur di Pelopor Baru dan Angkatan Bersenjata, serta menjadi koresponden luar negeri dan kritikus film.

Akademisi

Mengajar di Sekolah Ilmu Sosial Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Universiti Malaya (Malaysia), Tammasat University (Thailand), Ohio University (Amerika Serikat), Akademi Ilmu Kepolisian, dan Universitas Muhammadiyah Malang. Salim Said juga merupakan profesor ilmu politik dan ahli sejarah politik serta militer Indonesia.

Masuk di Pemerintahan dan Diplomasi
Sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (1998–1999), penasihat politik Kapolri, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Ceko (2006–2010).

Bidang Budaya

Ketua Dewan Kesenian Jakarta (1990–1998) dan anggota Dewan Film Nasional, sering terlibat dalam diskusi seputar film, sejarah, sosial, dan politik.

Hasil Karya

Profil Dunia Film Indonesia (1982)
Genesis of Power: General Sudirman and the Indonesian Military in Politics, 1945–1949 (1991)
Shadows on the Silver Screen: A Social History of Indonesian Film (1991)
Dari Festival ke Festival: Film-Film Mancanegara dalam Pembicaraan (1995)
Militer Indonesia dalam Politik (2001)
Tumbuh dan Tumbangnya Dwi Fungsi: Perkembangan Pemikiran Politik Militer Indonesia, 1958–2000 (2002).

Dari Gestapu ke Reformasi: Serangkaian Kesaksian (2013)
Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto (2018)

Kontribusi Terhadap Bangsa dan Negara

Beliau memberikan kontribusi besar dalam studi sejarah politik dan militer Indonesia, serta perfilman nasional. Karyanya menjadi rujukan penting dalam diskusi akademik dan publik. Selain itu, Profesor militer dan politik juga menyumbangkan koleksi buku pribadinya ke Universitas Islam Indonesia . Kemudian menjadi bagian dari perpustakaan “Sudut Salim Said Haji”.( JURPOL/EDSBF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *