


PATI, BRANINEWS.ID- Di jagat maya media sosial berbagai ragam komentar berseliweran selama komisi anti raswah masih mengintai dan berpatroli di Bumi Mina Tani.
Geger genjik pertarungan politik di bumi peninggalan Mbah Gede Penjawi.Para penggede Pati ( Bupati dan mantan Bupati) saling sparing di atas ring tinju. Siapa pemenangnya?
Sudewo ambruk, tersungkur bak kena pukulan K O (Knockout) oleh lawan politiknya.Orang nomor satu dari Desa Slungkep Kayen Pati itu diborgol KPK,usai masuk perangkap OTT .Sudewo ditetapkan sebagai tersangka usai terjaring OTT KPK di Pati pada Senin (19/1). KPK lalu menggelar konferensi pers, Selasa (20/1) dan mengumumkan total ada empat orang tersangka.
Setelah Sudewo ditahan KPK , group media sosial banjir komentar dari Nitizen,Sebab suap,sogok, grafifkkasi pengisian jabatan perangkat desa terjadi tidak hanya di tahun 2026 saja. Melainkan tahun 2024-2025 justru gila gilaan, praktek busuk dilakukan total keseluruhan pengisian jabatan perangkat desa di Pati melakukan praktek busuk.
Salah satu warganet ikut berkomentar, singgung Kepala Desa Bumirejo, Margorejo Pati. Abdul Hadi dibuat gado gado warganet,usai melantik Sekretaris Desa,langsung menunggangi KBM Panjero.
“Hai KPK kalo berani gak ringkus kades kades penerima suap pengisian Jabatan Perangkat desa” tulis clometan warganet di jagat maya Facebook kumpulan anak asli Pati.
Seperti dilansir dari Infokitanews,Kepala Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Pati, Jawa Tengah, mendadak menjadi perhatian publik usai KPK sukses ungkap jual beli jabatan Perangkat Desa..Endingnya Bupati Pati Sudewo dan 3 Kades tersungkur tak berdaya alias diborgol KPK.
Hasil monitoring media ini dengan menghimpun berbagai informasi, bahkan beredar ditengah masyarakat Bumirejo,usai melantik Sekertaris Desa pada tahun 2024, Abdul Hadi, Kepala Desa Bumirejo langsung membeli mobil mewah bermerek Pajero.
Kenapa,kaget dan heran warga Bumirejo,warga di wilayah tetangga selatan Desa Wangunrejo itu,merujak kadesnya dari berbagai komentar. Gila benar dugaan kerakusan busuk jual beli jabatan Sekdes Bumirejo mencapai milyaran rupiah.
“Kabarnya yang menjabat Sekdes itu habis 1,5 Milyar lebih, wajar jika warga curiga kalau mobil yang dikendarai Kepala Desa itu dari hasil melantik Sekdes.” ujar warga yang tak mau ditulis namanya,Kamis, (22/ 1).
Kemudian terkait hal di atas soal dugaan jual beli jabatan Perangkat Desa, Kepala Desa Bumirejo Abdul Hadi,menampik tegas ,”tidak benar dan dianggap hal itu hanya isu jelang pemilihan Kepala Desa”.ujar Hadi.(BBS/ STG/NAG)

