
BRANINEWS.ID, INDONESIA -Informasi ini diperoleh dari dua pejabat AS yang menjadi sumber kantor berita Reuters dan tak mau disebut namanya, Jumat (13/2/2026). Menurut keduanya, perencanaan kali ini jauh lebih kompleks. Dalam operasi jangka panjang, militer AS tidak hanya menargetkan infrastruktur nuklir Iran. Kali ini sasarannya mencakup fasilitas dan keamanan Iran.
Jika AS betul-betul menyerang, Washington telah berhitung, konfliknya akan jadi jauh lebih serius daripada yang pernah terjadi sebelumnya di antara kedua negara. AS yakin Iran akan membalas sehingga pasti akan terjadi saling serang selama periode waktu tertentu.

Kekuatan pemukul itu bersiaga di sekitar perairan Laut Arab untuk sewaktu-waktu dikerahkan. Begitu Presiden Donald Trump memerintahkan serangan ke Iran, militer AS sudah siap.
Kapal induk USS Gerald R Ford ditenagai oleh energi nuklir. Ia mampu membawa lebih dari 75 pesawat tempur, di antaranya F/A-18 Super Hornet. Selain itu, USS Gerald R Ford juga membawa E-2 Hawkeye, pesawat yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini.
Perlahan, tetapi pasti, Amerika Serikat mulai menumpuk kekuatannya di Timur Tengah. Setelah menghadirkan gugus tempur pengiring kapal induk USS Abraham Lincoln, kini Washington mengirim kapal induk kedua, yaitu USS Gerald R Ford.(**)
