Laksamana Soleman Ponto mantan Ka.BAIS TNI

BRANINEWS.ID–Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrei Yunus menjadi ujian besar bagi sistem intelijen TNI. Jika tidak ditangani secara transparan dan menyeluruh, yang dipertaruhkan bukan hanya individu, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi.

Mantan Kepala BAIS TNI, Soleman B. Ponto, menegaskan bahwa penyebutan asal matra pelaku (AL dan AU) justru berpotensi menyesatkan. Sebab, ketika prajurit sudah bertugas di BAIS, tanggung jawab sepenuhnya berada dalam struktur BAIS sebagai satu kesatuan, bukan lagi pada matra asal.

Empat anggota BAIS TNI diamankan terkait dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Kasus ini dinilai bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan persoalan serius yang menyentuh profesionalitas dan kredibilitas institusi intelijen militer.

Seperti yang beredar luas di media maya, penjelasan dari mantan orang nomor satu di Intelijen Strategis TNI ,juga menyoroti pentingnya pembentukan tim investigasi gabungan lintas struktur untuk mengungkap secara objektif.
Dimulai dari rantai komando, kemungkinan penyalahgunaan kewenangan, hingga celah sistem yang memungkinkan kejadian ini terjadi.( SHL/ SP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *