
BRANINEWS.ID– PBB tak punya taring, Indonesia sudah habis-habisan berkontribusi mengirim putra terbaiknya demi perdamaian dunia. Sekarang, saat nyawa prajurit TNI terancam, apakah PBB hanya akan diam menonton sambil merilis surat belasungkawa?
Cukup sudah, Indonesia tidak lagi sekadar “prihatin”. Lewat rapat darurat Dewan Keamanan PBB di New York (31/3), Wakil Tetap RI Umar Hadi dengan tegas menuntut PBB segera mengaktifkan Rencana evakuasi darurat bagi seluruh personel UNIFIL di Lebanon Selatan!
Indonesia bereaksi Keras, sebab, ada tiga nyawa prajurit terbaik melayang: Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan ledakan dan proyektil dalam kurun waktu 24 jam.
Tuntutan tegas: Indonesia mendesak PBB tidak hanya bicara, tapi mengutuk keras serangan tersebut dan meninjau ulang protokol keamanan yang terbukti “bolong” di lapangan.
Zona neraka: di tengah gempuran brutal Israel ke Lebanon dan perang AS-Israel melawan Iran, pasukan perdamaian kita kini berada di titik paling rentan.(RAID
