
BRANINEWS.ID –Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) kini bersiap menanggalkan rutinitas kantoran. Pasukan Marinir (Pasmar) 1 secara resmi merancang kurikulum militer khusus untuk menggembleng para pegawai tersebut menjadi bagian dari Komponen Cadangan (Komcad) 2026.
Transformasi ini membuat para ASN harus beradaptasi dgn pola pendidikan karakter dan dasar tempur yang intensif. Di bawah pengawasan instruktur pilihan dari Korps Marinir, para abdi negara ini bakal mencicipi kerasnya pelatihan militer untuk memperkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Pelatihan di Satuan Pendidikan Brigif 1
Pasmar 1 memastikan, pelatihan bagi para calon Komcad ASN ini tidak main-main. Satuan Pendidikan (Satdik) Brigade Infanteri (Brigif) 1 menjadi lokasi utama kawah candradimuka bagi para peserta. Di sini, mereka akan mendapatkan pembinaan fisik, mental, hingga disiplin tinggi ala prajurit petarung.
Asisten Teritorial Komandan Pasmar (Aster Danpasmar) 1 Kolonel (Mar) Ernesta Ardend Brahmana, menjelaskan pihaknya telah mematangkan seluruh aspek pendukung. Mulai dari kesiapan sarana pelatihan yng mumpuni hingga penyusunan kurikulum pembinaan yang selaras dengan kebutuhan dasar militer bagi kalangan birokrat.
“Pasmar 1 siap berperan aktif dalam proses pembentukan Komcad ASN Kemhan 2026. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Ernesta saat mewakili Danpasmar 1 Mayjen (Mar) Ili, Senin (13/4).
2.019 ASN Kloter Pertama
Program Komcad ASN Kemhan tahun ini diikuti oleh 2.019 personel. Jumlah tersebut didapat setelah melalui proses seleksi ketat administrasi dan pemeriksaan kesehatan terhadap 2.115 pendaftar, di mana 96 orang dinyatakan tidak lulus seleksi.
Ratusan ASN yang dialokasikan ke Pasmar 1 Cilandak ini merupakan bagian dari kloter pertama gelombang satu. Secara total, pemerintah menargetkan penyiapan 4.000 ASN Komcad tahun ini yang dibagi dalam dua gelombang pelatihan, masing-masing gelombang terdiri dari 2.000 peserta.
Para peserta di Brigif 1 akan menjalani masa pendidikan dan pelatihan dasar kemiliteran selama sekitar satu setengah bulan. Selama kurun waktu tersebut, data jasmani, psikologi, hingga mental ideologi mereka akan diambil dan ditempa untuk memastikan kesiapan sebagai kekuatan tambahan pertahanan negara.
Apel Kesiapan di Silang Monas
Dimulainya program ini ditandai dengan pelaksanaan apel kesiapan pemberangkatan di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Ratusan calon Komcad ASN Kemhan tampak bersiap mengawali perjalanan transformasi mereka menjadi kekuatan cadangan pertahanan negara.
Kehadiran unsur Pasmar 1 dalam program ini menjamin standar kualitas pelatihan yg diterima oleh para ASN. Sebagai bagian dari unsur pendukung, para lulusan pendidikan ini nantinya diharapkan mampu menjadi kekuatan tambahan yng sigap bergerak sewaktu-waktu saat negara menghadapi ancaman, baik militer maupun nonmiliter.
Implementasi kebijakan pemerintah ini sekaligus memperluas ruang bagi masyarakat, khususnya ASN, untuk berkontribusi langsung dalam menjaga kedaulatan NKRI.
