BRANINEWS.ID Dentuman meriam memecah sunyi kawasan latihan tempur Puslatpurmar 5 Baluran. Prajurit Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir menggeber kemampuan tempur dalam latihan menembak statis yang menjadi bagian dari Latihan Satuan Dasar (LSD) I Triwulan I 2026, Jumat (10/4).

Latihan ini tak sekadar rutinitas. Fokus utama diarahkan pada ketepatan membidik sasaran, sekaligus menguji keandalan sistem kendali senjata pada kendaraan tempur andalan. Dua ranpur utama, BMP-3F dan PT-76, diturunkan penuh dalam skenario tempur statis berintensitas tinggi.

Setiap kru diuji secara menyeluruh. Mulai dari penguasaan kubah tank hingga kecepatan reaksi dalam mengoperasikan senjata. Pada PT-76 (M), laras utama 90 mm dan senapan coaxial 7,62 mm menjadi andalan. Sementara BMP-3F mengandalkan meriam otomatis 30 mm yang dikenal presisi dan mematikan.

Komandan Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir, Hayat Tegar, menegaskan bahwa latihan ini menjadi bagian penting dalam membangun naluri tempur prajurit.

“Ketepatan dalam menentukan jarak tembak, kecepatan dalam mengisi amunisi, serta koordinasi antara komandan kendaraan dan penembak adalah kunci keberhasilan dalam setiap pertempuran lapis baja,” ujarnya.

Latihan di Baluran ini menjadi bukti bahwa kesiapan tempur prajurit Marinir terus diasah. Dengan kemampuan yang teruji, Yontankfib 2 Mar dipastikan siap digerakkan kapan pun negara membutuhkan, demi menjaga kedaulatan NKRI dari segala ancaman.(DPKORMAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *