JEPARA,BRANINEWS.ID || Apa sih tugas dan peran media ?
Tugas dan perannya melakukan kontrol terhadap kebijakan Pemerintah dari sisi penegakan hukum ,ekonomi,sosial politik,budaya dan keamanan dan lainya. Penegakan hukum yang berpedoman keadilan untuk masyarskat. Terlebih peran media adalah sebagai penyambung lidah masyarakat.

Mengulas dua kasus pembunuhan di Jepara hingga kini belum terungkap sejak Nofember 2025. Dimanakah peran Media….? Dari pantauan media ini,( 28/4) di jagat siber Group Info Seputar Jepara yang diunggah oleh akun ” Kadal Mlokotro” menggunggah pertanyaanya ada 2 kasus pembunuhan Qoiriyah Janda asal Desa Kerso dan Rendy pemuda Desa Tubanan yang belum terungkap. PR dari polisi tersebut tentunya ditunggu publik di Jepara.

Contoh saja pembunuhan Qoiriyah ,janda itu terbunuh pada 8 Nofember 2025 di rumah bos Rentenir Joko di Desa Ngasem Batealit Jepara,hingga kini belum ada pelaku,alias belum ada
tersangkanya yang diproses hukum. Belum lagi, pembunuhan di Desa Tubanan Minggu (30/11/2025) tahun lalu,Nyawa pemuda berbama Rendy diputus kontrak dunia,dengan cara leher korban digorok dengan pisau, sampai saat ini dua fakta kunci ini tak kunjung terungkap,kenapa ya..?

Barang Bukti ditenukan ada 2 pisau. Setelah jasad korban (Rendy) ditemukan dalam kondisi yang tragis, lalu polisi menemukan dua bilah pisau berlumuran darah. Satu pisau ditemukan di rumah. Satunya lagi, pisau ditemukan di bawah jasad tubuh korban dalam keadaan terlentang.

Dari dua pisau yang ditemukan membuat kecurigaan ,korban Rendy meninggal dibunuh dengan dua pisau. Namun hingga saat ini belum diumumkan ke publik terkait pemilik sidik jadi di pisau tersebut.

Terkait hal itu, Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela masih menunggu hasil uji yang dilakukan oleh tim Inavis Polda Jateng.

”Kami masih menunggu hasilnya. Untuk bisa kita tentukan, apakah di pisau itu hanya sidik jari almarhum atau ada sidik jari orang lain,” terang AKP Wildan, dikutip suara muria,Rabu (10/12/2025)

Mencermati unggahan akun Kadal Mlokotro terkait dua kasus pembunuhan di jepara, mendapatkan ribuan beragam dari responden dari warganet .Beragam komentar itu datang dari akun Suryamebel Jepara.” Negoro adil dan makmur,rakyate milih pemimpin yg terbaik,lalu pemipmpin milih bawahane maneh sg terbaik”.tulis Suryamebel.
Lalu ada akun Nalfin Nalfin dengan komentar lewat jari jari di medsos,” penegak hukume kakean ngurusi orkes bos sing ono duite.cobo iku kasus narkoba lh cepet kecekel amargo ono duite” .tulis Nalfin dengan kritik geram.
Disusul lagi oleh akun,Mbah Kakung dengan kata kata lewat jarinya di medsos,” Jeporo polisine orak iso goleki kasus bolo,isone goleki liane hanya satu kata Jepara kalo tentang kasus pasif,” ujar akun Mbah Kakung.

Akun Songgo Langit dengan nimbrung kritiknya,” Duitono ngko lak jalan”,tulis Songgo Langit.Selanjutnya Suhar Gayok ,”Akeh sing ogak terungkap”‘.tulinya singkat.
Evi Widia akun bernama perempuan ini,menyindir dengan tulisnya,” Ngono kok iso do bangga anake kawen do entok polisi,utowo nyalon polisi dadi yoo,padahal dadi polisi abote poll”,

Akun Dopa Dapi Nur Rohim dengan ceritanya saat bertanya kepada aparat,dia menceritakan lewat tulisanya,” Pernah saya itu bertanya kepads salah satu anggota,kadang memang tidak ada anggaran utk mengungkap kasus.kecuali pihak korban mendanai,utk mengungkap.jadi jgn berharap hukum ditegakan,keadilan utk rakyat biasa itu hanya ada dlm mimpi”.tulis Dopa Dopi.(BRA/RAT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *