PATI, JEPARA,BRANINEWS.ID || Kasus Garangan cabul terhadap santriwati bertopeng Kiai lagi marak di sejumlah pondok pesantren di Jepara dan Pati. Sebelum di pondok pesantren Tlogosari Tlogowungu Pati, ada pondok pesantren di Mantingan Jepara Kiai AJ diduga mencabuli Santriwatinya.

Setelah itu viral kasus serupa modusnya 11.12 .Ashari diduga cabuli puluhan santriwatinya. Kini aksi Ashari berakhir di Wonogiri. Sementara Walid Kiai di Jepara A,J, masih bebas leluasa,sebab para pihak diam saja,tak ada relawan LBH yang suka rela bantu sesama, sedangkan baik media, aktivis, kereator seolah tutup mata,meski si Walid sudah dilaporkan polisi di polres Jepara.

Ada salah satu aktivis Jepara MC ,dia berkata dengan media ini. “Iya aku heran di Jepara para pihak pengontrol sosial masyarakat dan pengawas sosial masyarakat diam saja, tidak ada reaksi seperti di Pati “. keluhnya. padahal kejadian sudah 2 kasus ,di Mantingan dan di Mayong gadis dibawah umur perkosa bergiliran oleh sejumlah pelaku “.ujar MC.

Membeber Ashari si Walid dari Tlogosari setelah buron beberapa hari saat hendak menghilang usai ditetapkan sebagai tersangka, Ashari akhirnya berhasil diamankan Tim Satreskrim Polresta Pati di wilayah Purwantoro, Wonogiri, Kamis (7/5/2026).

Sebelumnya, pihak kepolisian telah memanggil tersangka untuk menjalani pemeriksaan pada 4 Mei 2026. Namun Ashari tidak hadir dan diduga melarikan diri. Polisi kemudian melakukan pencarian intensif karena tersangka dinilai tidak kooperatif serta memutus komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk keluarga dan penasihat hukumnya sendiri.

Penangkapan tersangka pencabulan terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu langsung menjadi perhatian publik. Foto-foto penangkapan yang beredar di media sosial menunjukkan Ashari berada di depan Mapolsek Purwantoro, wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Wakasat Reskrim Polresta Pati AKP Iswantoro menegaskan bahwa polisi akan melakukan upaya paksa apabila tersangka kembali mangkir dari panggilan kedua yang dijadwalkan pada Kamis,7 Mei. Selanjutnya pada hari yang sama, tersangka berhasil dibekuk Buser Polresta Pati di Wonogiri.

Kasus ini memicu perhatian luas masyarakat karena dugaan korban disebut tidak sedikit. Berdasarkan laporan resmi yang masuk, saat ini baru terdapat satu laporan dari pihak keluarga korban. Namun, kuasa hukum korban maupun sejumlah warga menyebut dugaan korban bisa mencapai puluhan santriwati. Bahkan muncul dugaan adanya korban yang hamil dan kasusnya ditutupi demi menjaga nama baik pesantren.

Polresta Pati kini masih membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban maupun memiliki informasi tambahan terkait kasus tersebut. Polisi juga memastikan proses hukum akan terus berjalan untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.

Dan ditegaskan Kapolresta Pati,dalam mengungkap tuntas Walid Ashari bertopeng Kiai, Kombes Jaka Wahyudi, membuka posko pengaduan korban pencabulan dan berjanji melindungi korban sepenuhnya. ” Kami buka posko pengaduan korban pencabulan, korban jangan takut lapor polisi,kami siap melindungi korban “.tegas Jaka Wahyudi,7/5/2026 di Mapolresta Pati .(Buser Walid/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *