
BRANINEWS.ID–Nama Firoos Ghathfaan Ramadhan mendadak jadi sorotan setelah aksinya menemukan celah keamanan di sistem NASA. Di usia 14 tahun, pelajar kelas VIII di SMP IT Al-Alamy Subang ini berhasil mengidentifikasi kerentanan digital sebagai hacker etis melalui program Vulnerability Disclosure.
Firoos menggunakan metode Open Source Intelligence (OSINT), dengan menelusuri berbagai tautan dari media sosial, lalu mengecek validitasnya satu per satu. Dari situ, ia menemukan potensi celah berupa akun tidak aktif yang bisa diambil alih pihak lain.
Temuan tersebut kemudian diperkuat dengan proof of concept yang menunjukkan bahwa celah itu benar-benar bisa dimanfaatkan, termasuk untuk phishing atau penyebaran informasi palsu.
Laporan yang ia kirim pun langsung mendapat respons positif. Pihak NASA bahkan memberikan penghargaan resmi atas kontribusinya dalam meningkatkan keamanan sistem mereka.
Prestasi ini bukan hanya membanggakan, tapi juga membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu menembus level global, bahkan di lembaga sebesar NASA.
