
BRANINEWS.ID || Akademi militer AS, Inggris, dan Australia mempelajari satu operasi Indonesia sebagai contoh sempurna — dan kebanyakan orang Indonesia sendiri tidak tahu ini.
11 Maret 1981. Pesawat Garuda Indonesia DC-9 dibajak oleh kelompok ekstremis dan dipaksa mendarat di Bandara Don Mueang, Bangkok. 55 penumpang disandera. Para pembajak bersenjata lengkap dan mengancam akan meledakkan pesawat jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Pemerintah Indonesia tidak bernegosiasi. Kopassus dikirim. Dalam kegelapan dini hari, Tim Atret bergerak mendekati pesawat tanpa suara. Pintu dibuka serentak. Tiga menit kemudian — semua pembajak dilumpuhkan, semua penumpang selamat, tanpa satu korban sipil pun.
Dunia tercengang. Operasi Woyla langsung dijadikan studi kasus di West Point AS, Sandhurst Inggris, dan akademi militer elite di seluruh dunia sebagai contoh operasi pembebasan sandera yang sempurna. Bahkan pasukan Delta Force AS mengakui kehebatan eksekusinya.
Tapi Woyla hanya satu dari sekian operasi Kopassus yang membuat dunia diam-diam mengangkat topi. Pasukan yang lahir dari rahim revolusi kemerdekaan Indonesia ini telah membuktikan bahwa kualitas mengalahkan kuantitas — dan Indonesia punya yang terbaik.( DEN8)
