
BRANINEWS.ID -Israel melaporkan serangan rudal dan drone Iran pada Rabu sebagai yang terberat.Komandan Angkatan Udara IRGC Brigadir Jenderal Majid Mousavi mengeklaim kondisi mengerikan yang dialami warga pendudukan Zionis sebagai akibat dari serangan balasan Iran atas agresi Israel yang diinisiasi oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Lewat unggahannya di X pada Rabu (1/3/2026) atau bertepatan dengan Hari Raya Passover yang dirayakan umat Yahudi, Mousavi menyinggung kiriman rudal-rudal Iran ke Israel.
“Sirine berulang dan getaran di dalam tempat perlindungan yang sempit dan gelap di bahwa tanah saat hujan rudal; ini adalah bagian dari hadiah hari libur Netanyahu untuk Zionist,” ujat Mousavi dikutip Press TV.
Sebelum unggahan di atas, Mousavi mengumumkan gelombang serangan ke-89 dari Operasi ‘True Promise 4’ di mana IRGC menembakkan 100 rudal berat dan drone bersamaan dengan 200 roket dengan radius 10 ribu kilometer, menargetkan posisi AS dan Zionist di wilayah pendudukan dan kawasan Asia Barat. Pemerintah Israel kemarin menggambarkan operasi serengan itu sebagai yang terbesa.
Menurut Kantor Hubungan Masyarakat IRGC serangan menargetkan titik-titik militer rezim Zionis di Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak, di mana sumber lokal menggambarkan terjadinya kerusakan berat di tiga wilayah itu. IRGC bersumpah untuk terus melancarkan serangan hingga musuh mengalami “kalah total”.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa negaranya memiliki niat mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, namun mensyaratkan jaminan bahwa serangan terhadap Iran tak akan lagi terulang. Hingga Rabu (1/4/2026) perang telah memasuki pekan kelima.
“Kami memiliki niat yang dibutuhkan untuk mengakhiri konflik ini, menyediakan syarat esensial, khususnya jaminan diperlukan untuk mencegah berulangnya agresi,” kata Pezeshkian saat berbicara melalui sambungan telepon Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, dikutip TRT World, Rabu (1/4/2026).
Merespons proposal 15 poin gencatan senjata dari AS pekan lalu, Iran membalasnya dengan lima poin untuk mengakhiri perang dan menetapkan sebuah mekanisme baik Israel dan AS tidak akan lagi melancarkan serangan.
“Solusi untuk menormalisasi situasi adalah dengan menghentikan serangan agresif,” kata Pezeshkian.(TSM/WAR)
